Kabinet Uttar Pradesh, dipimpin oleh Ketua Menteri Yogi Adityanath, telah menyetujui proposal untuk mengganti nama kota Jalalabad di distrik Shahjahanpur menjadi Parshurampuri, menandai yang terbaru dari serangkaian perubahan nama tempat yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian.
Menurut Zaman Indiakeputusan itu diambil dalam rapat dewan menteri pada hari Minggu. Kotamadya yang berganti nama juga akan dikenal sebagai Parshurampuri Nagar Palika Parishad, menggantikan Paroki Jalalabad Nagar Palika yang sudah ada.
Proposal perubahan nama telah dipertimbangkan selama beberapa tahun dan mendapat persetujuan dari pemerintah Persatuan pada Agustus 2025 setelah pemerintah Uttar Pradesh meneruskan rekomendasinya ke Kementerian Dalam Negeri. Tuntutan untuk mengganti nama kota tersebut berasal dari keyakinan bahwa Jalalabad adalah tempat kelahiran Dewa Parshuram, avatar keenam Dewa Wisnu. Kota ini adalah rumah bagi kuil Parshuram kuno dan beberapa situs yang terkait dengan dewa tersebut, dan para pendukung langkah tersebut telah lama berpendapat bahwa nama kota tersebut harus mencerminkan makna agama dan budayanya.
Dewan kota telah mengeluarkan resolusi yang mendukung perubahan nama pada tahun 2018 dan sekali lagi pada tahun 2023. Usulan tersebut kemudian diteruskan oleh administrasi distrik Shahjahanpur ke pemerintah negara bagian sebelum dikirim ke Pusat untuk mendapatkan persetujuan. Menteri Persatuan Jitin Prasada, yang berasal dari wilayah tersebut, juga mendukung langkah tersebut dan berterima kasih kepada pemerintah Persatuan setelah Kementerian Dalam Negeri menyetujui proposal tersebut.
Jalalabad didirikan pada masa Mughal dan konon namanya diambil dari Kaisar Akbar, yang bernama Jalal-ud-din Muhammad Akbar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Uttar Pradesh berupaya mempromosikan kota tersebut sebagai tujuan keagamaan penting yang terkait dengan Lord Parshuram. Pekerjaan pembangunan, termasuk mempercantik kompleks candi dan perairan di sekitarnya, telah dilakukan untuk meningkatkan wisata religi di wilayah tersebut.
Langkah ini adalah yang terbaru dari serangkaian latihan penggantian nama di Uttar Pradesh di bawah pemerintahan Yogi Adityanath. Sebelumnya, kota dan distrik seperti Allahabad dan Faizabad secara resmi berganti nama menjadi Prayagraj dan Ayodhya. Para pendukung menggambarkan perubahan tersebut sebagai upaya untuk memulihkan identitas sejarah dan budaya tempat tersebut, sementara para kritikus mempertanyakan perlunya mengganti nama latihan tersebut dibandingkan memprioritaskan isu-isu pembangunan.






















