Harapan Amerika Serikat untuk mencapai perempat final Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya sejak 2002 pupus setelah kekalahan telak 4-1 dari Belgia. Meski Belgia pantas meraih kemenangan, kejadian-kejadian menjelang pertandingan mungkin turut berperan dalam buruknya performa Amerika Serikat.
Sebelum kick-off, fokusnya bukan pada taktik atau persiapan, tapi pada striker Folarin Balogun dan kontroversi seputar skorsingnya.
Balogun Saga menjadi pusat perhatian
Balogun dikeluarkan dari lapangan pada babak sebelumnya melawan Bosnia dan Herzegovina dan diperkirakan akan absen di babak 16 besar. Namun, semuanya berubah setelah Donald Trump secara terbuka mengungkapkan bahwa dia telah meminta FIFA untuk meninjau ulang larangan striker tersebut.
Tak lama setelah itu, FIFA menangguhkan skorsing satu pertandingan otomatis Balogun selama 12 bulan, membuatnya tersedia untuk pertandingan tersebut. Keputusan tersebut memicu kritik dari banyak penggemar dan pakar sepak bola, yang mempertanyakan apakah perlakuan khusus telah diberikan kepada tuan rumah turnamen.
Alih-alih fokus penuh mempersiapkan pertandingan melawan Belgia, Amerika Serikat malah memasuki pertandingan tersebut dengan dikelilingi kontroversi dan perhatian media yang intens.
Belgia tetap fokus
Sementara Amerika Serikat mengurusi diskusi di luar lapangan, Belgia fokus pada sepak bola.
Tim Eropa memimpin setelah pertandingan baru berjalan sembilan menit ketika Charles De Ketelaere menyelesaikan pergerakan hebat yang diprakarsai oleh Nicolas Raskin.
Meski Amerika Serikat menyamakan kedudukan berkat tendangan bebas Malik Tillman yang dibelokkan Hans Vanaken, Belgia dengan cepat mendapatkan kembali keunggulan.
De Ketelaere menyundul umpan silang Leandro Trossard sebelum Vanaken menambahkan gol ketiga setelah memanfaatkan kesalahan yang merugikan dari kiper Matt Freese.
Pemain pengganti Romelu Lukaku menyelesaikan skor di menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan mengesankan 4-1.
Balogun tidak bisa membedakannya
Balogun kembali ke starting lineup dengan ekspektasi tinggi setelah mencetak tiga gol di awal turnamen.
Namun pertahanan Belgia mampu bertahan hampir sepanjang pertandingan. Peluang terbaiknya datang di penghujung babak kedua, namun tendangannya dari sudut sempit berhasil diselamatkan dengan baik oleh kiper Thibaut Courtois.
Striker tersebut sering kali mendapati dirinya terisolasi ketika Amerika Serikat kesulitan menciptakan peluang bersih melawan tim Belgia yang disiplin.
Tekanan nampaknya mempengaruhi tuan rumah
Persiapan pertandingan menciptakan tekanan yang sangat besar pada tim Amerika. Alih-alih mendekati pertandingan terbesar di turnamen mereka dengan fokus penuh, sebagian besar pembicaraan berpusat pada kelayakan Balogun dan keputusan kontroversial FIFA.
Gangguan tersebut tidak dapat dibuktikan secara langsung terhadap para pemain, namun Amerika Serikat tampil gugup, kurang kreatif, dan gagal menyamai intensitas Belgia sepanjang kompetisi.
Pelatih Mauricio Pochettino melihat timnya menampilkan salah satu penampilan terburuk mereka di turnamen saat Belgia mengendalikan penguasaan bola dan menghukum kesalahan pertahanan.
Satu lagi jalan keluar dari babak 16 besar
Kekalahan tersebut berarti Amerika Serikat kini tersingkir di babak 16 besar dalam empat dari lima penampilan terakhir mereka di Piala Dunia FIFA.
Bagi Belgia, kemenangan membuka jalan menuju perempat final yang mendebarkan bersama Spanyol setelah juara Eropa itu menyingkirkan Portugal.
Bagi Amerika Serikat, pertanyaannya adalah apakah kontroversi Balogun mengganggu persiapan tim. Meskipun Belgia jelas merupakan tim yang lebih baik di lapangan, drama di luar lapangan membuat tuan rumah menjalani salah satu pertandingan terbesar mereka dalam sejarah baru-baru ini dengan gangguan yang tidak diinginkan membebani tim.
Bagi saya, itu adalah gangguan.






















