Home Opini Cara lebih baik mengendalikan lonjakan gula darah di cuaca panas terik

Cara lebih baik mengendalikan lonjakan gula darah di cuaca panas terik

3
0


klik disini untuk artikel lainnya dari Kormedi.com.

Ketika musim panas terus berlanjut, semakin sulit untuk tetap sehat. Bagi penderita gula darah tinggi atau diabetes, risikonya semakin besar. Keringat berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, sedangkan panas yang menyengat membuat olahraga menjadi lebih sulit, sehingga membuat kadar gula darah lebih sulit dikendalikan.

Salah satu tantangan terbesar adalah manajemen daya. Banyak makanan yang membantu orang menenangkan diri di musim panas, seperti es krim dan makanan penutup beku, juga merupakan pilihan terburuk untuk mengendalikan gula darah.

Berdasarkan informasi dari situs kesehatan dan medis AS, Healthline, dan sumber lainnya, berikut adalah beberapa tip praktis untuk mengelola gula darah selama bulan-bulan musim panas.

Hati-hati dengan buah-buahan yang tinggi gula

Panas ekstrem bisa sangat berbahaya bagi penderita diabetes. Berkeringat berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan, dalam kasus yang parah, menyebabkan keadaan darurat kesehatan. Orang dengan neuropati otonom diabetik mungkin juga mengalami penurunan kemampuan dalam mengatur suhu tubuh, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan panas.

Sangat penting untuk menjaga kebiasaan makan dan olahraga yang sehat di musim panas. Mengurangi porsi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi dan mie dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Buah-buahan dengan kandungan gula tinggi, terutama buah tropis, juga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. Makanan dengan indeks glikemik rendah seperti mentimun dan tomat adalah pilihan yang lebih baik.

Berolahragalah di dalam ruangan di lingkungan yang sejuk

Gula darah biasanya mulai meningkat sekitar 30 menit hingga satu jam setelah makan. Menggerakan tubuh setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan akut. Meskipun olahraga bermanfaat, mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk atau berbaring juga dapat membuat perbedaan.

Jika berolahraga di luar ruangan terlalu sulit karena panas, berjalan-jalan di sekitar rumah menjadi alternatif yang mudah. Peregangan, latihan dumbbell ringan, dan latihan rumahan lainnya juga merupakan pilihan yang bagus. Pada malam hari yang lebih sejuk, berjalan-jalan di sekitar lingkungan atau mendaki bukit dapat membantu membangun kekuatan otot. Tetap aktif setelah makan sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Gunakan cuka secukupnya

Menurut Asosiasi Diabetes Korea, cuka dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Cuka yang difermentasi secara alami adalah pilihan yang ideal, tetapi cuka biasa dengan sedikit bahan tambahan juga mungkin memiliki manfaat. Mengonsumsinya dengan mentimun bisa menghasilkan efek yang lebih besar lagi.

Sup mentimun dingin adalah hidangan musim panas yang ideal. Selain rasanya yang menyegarkan, ia menawarkan sejumlah manfaat kesehatan dan mudah disiapkan. Cukup campurkan cuka dalam air matang dan dingin, lalu tambahkan irisan mentimun dan bumbu. Meskipun preferensinya berbeda-beda, menggunakan lebih banyak cuka dapat meningkatkan efek penurunan gula darah.

Kurangi Karbohidrat dan Makanan Gorengan

Konsumsi gorengan dan masakan mie secara berlebihan yang seringkali tinggi kalori dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat pesat dan meningkatkan risiko penambahan berat badan. Camilan larut malam patut mendapat perhatian khusus karena orang biasanya langsung tidur setelahnya tanpa memberikan waktu bagi tubuh untuk membakar kalori ekstra.

Minuman manis juga harus dibatasi. Bahkan minuman berlabel “jus buah 100%” mungkin mengandung bahan tambahan. Air putih, bersama sayur-sayuran segar dan buah-buahan dengan indeks glikemik rendah, tetap menjadi pilihan paling sehat. Pada akhirnya, mengendalikan nafsu makan dan menghindari makan berlebihan sangat penting untuk tetap sehat.

Artikel dari Kormedi.com, portal perawatan kesehatan dan pengobatan terkemuka di Korea, diterjemahkan oleh sistem AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.