Home Opini ‘Ini benar-benar memalukan’: Shashi Tharoor mengecam polisi setelah bertemu dengan mahasiswa pengunjuk...

‘Ini benar-benar memalukan’: Shashi Tharoor mengecam polisi setelah bertemu dengan mahasiswa pengunjuk rasa yang terluka

3
0


Anggota parlemen Kongres Shashi Tharoor pada Selasa (21 Juli) mengutuk tindakan polisi terhadap mahasiswa yang memprotes dugaan kebocoran surat kabar NEET-UG, dengan mengatakan tidak ada demokrasi yang boleh menanggapi protes damai dengan kekerasan.

Dalam serangkaian unggahan di media sosial, Tharoor mengatakan dia bertemu dengan para siswa yang terluka dan mendengar laporan langsung tentang apa yang dia gambarkan sebagai kebrutalan polisi selama protes di ibu kota negara.

“Di lapangan, saya mendengarkan para mahasiswa menceritakan kebrutalan polisi yang mereka alami. Cerita demi cerita. Cedera demi cedera. Saya bertemu dengan seorang anak muda yang wajahnya ditutupi perban saat dia dengan tenang menggambarkan apa yang terjadi padanya. Tidak ada demokrasi yang boleh menanggapi protes damai dengan kekerasan. Ini benar-benar memalukan,” tulis Tharoor.

Pemimpin Kongres mengatakan kesaksian dari mahasiswa yang terluka memperkuat kekhawatiran atas penanganan protes dan menyebut dugaan penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa tidak dapat diterima.

Tharoor kemudian mengatakan bahwa dia sedang menuju dari Jantar Mantar ke kantor polisi Mandir Marg, tempat beberapa pemimpin Kongres ditangkap menyusul protes atas masalah tersebut.

“Dalam perjalanan dari Jantar Mantar ke kantor polisi Mandir Marg tempat rekan-rekan partai saya ditahan. Saya tidak tahu sampai kapan saya akan diizinkan pergi ke sana, tetapi saya akan memastikan untuk mendukung setiap rekan saya untuk mencoba melindungi demokrasi kita,” katanya.

Pernyataannya muncul di tengah berlanjutnya protes terhadap dugaan kebocoran surat kabar NEET-UG dan tindakan polisi terhadap pengunjuk rasa, dengan partai-partai oposisi menuduh pemerintah menekan perbedaan pendapat dan menuntut pertanggungjawaban atas penanganan agitasi tersebut.