Halo, para pembaca Middle East Eye,
Komando Pusat AS mengatakan pihaknya melancarkan serangan baru terhadap Iran selama 11 malam berturut-turut, menargetkan pusat operasi militer dan infrastruktur logistik, kemampuan maritim, hanggar pesawat, dan fasilitas penyimpanan drone.
Komando militer gabungan tertinggi Iran mengancam akan menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya jika Washington menargetkan situs nuklir Iran, media pemerintah Iran melaporkan.
Berikut perkembangan terkini:
-
Di provinsi Hormozgan, Iran, media pemerintah melaporkan bahwa serangan AS baru-baru ini telah merusak beberapa jalur komunikasi, jaringan listrik dan fasilitas pasokan air di provinsi tersebut.
-
Hampir 100 anggota militer Amerika terluka sejak 7 Juli, dalam gelombang pertempuran terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, kata juru bicara Pentagon Sean Parnell.
-
Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan perang di Iran sejauh ini telah merugikan Washington sebesar $37,5 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar hampir $29 miliar pada pertengahan Mei.
-
Donald Trump secara resmi telah menyetujui perjanjian bersejarah dengan Arab Saudi yang akan memberikan program nuklir sipil kepada negara Teluk tersebut, lapor Wall Street Journal, mengutip para pejabat AS. Perjanjian baru tersebut, yang akan berlangsung selama 30 tahun, berpotensi membuka jalan bagi pengayaan uranium di wilayah kerajaan tersebut.
-
Walikota New York Zohran Mamdani menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “penjahat perang,” dan mendesak pemerintah AS untuk melaksanakan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadapnya jika ia memasuki negara tersebut.






















