
Kontroversi terbesar dari Piala Dunia 2026 jelas merupakan insiden yang melibatkannya Folarin Balogunyang bisa berakhir dengan Norwegia mengajukan keluhan resmi kepada Komite Etik FIFA mengenai keputusan penangguhan larangan tersebut setelah USMNT striker tersebut langsung menerima kartu merah, menurut BBC Sport.
Laporan menunjukkan federasi sekarang berencana untuk menantang penanganan kasus ini, presiden Lisa Klaveness harus mendapatkan dukungan dari dewan direksi federasi sebelum kemungkinan pengaduan diajukan ke komite etik FIFA.
Balogun awalnya diperkirakan akan meleset Babak 16 Besar USMNTKekalahan 4-1 melawan Belgia, setelah dikeluarkan dari lapangan dalam kemenangan melawan Bosnia-Herzegovina. Namun, FIFA kemudian menangguhkan larangan tersebut setelah Donald Trump turun tangan, mengizinkannya untuk berpartisipasi dalam pertandingan berikutnya.
Reaksi Norwegia terhadap keputusan Balogun
BBC Sport juga melaporkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Norwegia menyatakan keprihatinan serius dalam pernyataannya mengenai penanganan FIFA terhadap masalah ini, dengan alasan bahwa kartu merah langsung secara otomatis akan mengakibatkan skorsing satu pertandingan.
Balogun menerima kartu merah tetapi tidak diskors (Michael Steele/Getty Images)
Insiden ini menjadi kontroversi besar karena keputusan penangguhan larangan tersebut dibuat tanpa penjelasan publik di luar rujukan FIFA terhadap aturan yang membolehkan penangguhan sanksi disiplin.
lihat juga
Ayah Erling Haaland, Alfie, mengecam wasit setelah Norwegia tersingkir dari Piala Dunia melawan Inggris
Federasi Norwegia mengatakan kasus ini menimbulkan pertanyaan lebih dari sekedar Balogun, termasuk Hadiah Perdamaian FIFA yang diberikan kepada Trump saat pengundian Piala Dunia di Washington, DC.
Keluhan Belgia
Norwegia bukanlah tim utama yang terkena dampak skorsing Balogun, namun federasinya adalah salah satu tim yang menyatakan keprihatinan atas keputusan tersebut. Tim utama yang terlibat memang mengajukan banding meminta FIFA untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, namun hal ini dinyatakan tidak dapat diterima sebelum kartu merah akhirnya dibatalkan.
Sebagai tanggapan, Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia menerbitkan siaran pers yang mengkritik penanganan kasus ini: “URBSFA masih belum menerima motivasi apa pun atas keputusan inidan juga belum menerima informasi yang dimintanya sejak awal prosedur ini, yaitu salinan keputusan dan motivasi menyatakan pemain memenuhi syarat serta laporan wasit. Ini merupakan pelanggaran peraturan FIFA.






















