Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memperingatkan bahwa penggunaan aset publik negara asing untuk membayar utang di masa depan dapat menimbulkan kekacauan.
“Merampas aset negara lain untuk membayar klaim di masa depan yang tidak terkait adalah sebuah preseden yang menghasut,” kata Araghchi di X.
“Mereka yang merayakan atau mengambil keuntungan dari dana tersebut harus ingat bahwa ketika pemerintah menormalisasi penyitaan, tidak ada aset siapa pun yang akan aman. Kekacauan yang terjadi kemudian tidak akan menyenangkan atau damai.”
Hal ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis yang mengatakan ia akan menggunakan dana Iran untuk menutupi segala kerusakan pada kapal di Selat Hormuz.
Merampas aset negara lain untuk membayar klaim yang tidak terkait di masa depan akan menjadi preseden yang menghasut.
Mereka yang merayakan atau mengambil keuntungan dari dana ini harus ingat bahwa ketika pemerintah menormalisasi penyitaan, tidak ada aset siapa pun yang aman. Kekacauan yang akan terjadi tidak akan indah dan tidak damai.
– SEED Abbas Araghchi (@araghchi) 24 Juli 2026






















