Home Opini Michael Jordan atau LeBron James? Donald Trump memilih favoritnya: “Saya hanya mencintai...

Michael Jordan atau LeBron James? Donald Trump memilih favoritnya: “Saya hanya mencintai orang yang mencintai saya”

4
0


Bintang bola basket LeBron James mungkin rasis, kata Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden AS kepada wartawan pada Jumat sore (waktu setempat). James mengumumkan pada 24 Juli bahwa dia akan kembali untuk musim NBA ke-24.

Presiden Trump ditanya tentang penandatanganan James dengan Philadelphia 76ers. Ia pun ditanya apakah James sudah melampaui kehebatan Michael Jordan. Trump menyebut Jordan sebagai teman pribadinya dalam tanggapannya. Dia berspekulasi bahwa James adalah seorang rasis.

“Michael Jordan itu cowok yang jadi temanku. Menurutku LeBron itu, mungkin dia rasis, tapi mungkin dia tidak suka Trump. Entahlah, tapi aku hanya suka orang yang menyukaiku, jadi aku akan bilang Michael Jordan sepenuhnya,” ujarnya.

Perseteruan Trump-James

Komentar tersebut melanjutkan perseteruan panjang antara Donald Trump dan LeBron James. Pada tahun 2016, James mendukung Hillary Clinton melawan Trump. James berargumentasi bahwa Amerika membutuhkan presiden yang “menyatukan” dan bukan presiden yang “memecah belah”. “Kita membutuhkan presiden yang menyatukan kita dan menjaga kita tetap bersatu,” kata James saat itu.

Ketegangan meningkat setelah Trump membatalkan undangan Golden State Warriors ke Gedung Putih. James secara terbuka mengkritik Trump dan menyebut keputusan tersebut “tidak terhormat.” “Dasar gelandangan. Pergi ke Gedung Putih adalah suatu kehormatan besar sampai kamu datang!” James membalas di media sosial.

Trump membalas pada tahun berikutnya atas wawancara televisi James. Dalam wawancara tersebut, pebasket tersebut kemudian mengkritik serangan Trump terhadap atlet kulit hitam yang berlutut. Sejak itu, Trump memuji Michael Jordan sambil terus menargetkan James. Dia mencatat bahwa Jordan pernah bermain golf dengannya. Ia pun memuji karakter sang legenda.

Pada tahun 2018, James mengatakan Trump “tidak peduli” dengan rakyat Amerika.

“Bahkan tidak mengherankan kalau dia mengatakan sesuatu. Itu menggelikan, menggelikan, dan menakutkan,” ujarnya kemudian.

“Meskipun kami tidak bisa mengubah apa yang keluar dari mulut pria ini, kami dapat terus mengingatkan orang-orang yang menonton dan mendengarkan kami bahwa ini bukanlah solusi yang tepat,” tambah James.

James kemudian mendukung Joe Biden pada siklus pemilu 2020. Ia juga mendukung Kamala Harris melawan Trump pada tahun 2024. James membahas kekhawatirannya tentang masa depan anak-anaknya saat menjelaskan hal tersebut.

“Ketika saya memikirkan anak-anak saya dan keluarga saya serta bagaimana mereka akan tumbuh dewasa, pilihannya jelas bagi saya,” ujarnya jelang pemilu AS 2024.

James bukan satu-satunya atlet yang dikritik Trump. Orang lain yang sebelumnya menjadi target termasuk bintang NBA Stephen Curry dan Kevin Durant.