Home Opini Tragedi “Westalgia”

Tragedi “Westalgia”

3
0



BERLIN — Para pemimpin Eropa menarik napas lega ketika Presiden AS Donald Trump meninggalkan KTT NATO pekan lalu di Ankara, Turki. Meskipun ada beberapa momen yang tidak pantas di mana Trump menegaskan kembali keinginannya untuk merebut Greenland dan secara tidak masuk akal memerintahkan penghentian semua perdagangan dengan Spanyol, pertemuan tersebut berlalu tanpa bencana besar. Yang paling penting, Trump belum mengumumkan penarikan pasukan besar-besaran dari Eropa atau langkah apa pun untuk meninggalkan aliansi tersebut. Dia bahkan menyampaikan kata-kata hangat kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan berjanji akan memberikan izin kepada Ukraina untuk memproduksi rudal pertahanan udara Patriot di negaranya. Pada akhirnya, bahkan Trump menyatakan bahwa ada “cinta” yang sedang mengudara. Namun jika dilihat dari sudut pandangnya, pertemuan puncak tersebut adalah sebuah kegiatan yang tidak masuk akal. Para pemimpin NATO bersukacita atas janji mereka untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga 5%, meskipun semua orang tahu bahwa angka sewenang-wenang ini tidak berarti apa-apa jika tidak ada diskusi lebih dalam mengenai kemampuan pertahanan. Angka ini muncul secara tiba-tiba tahun lalu untuk menenangkan Trump. Pada bulan-bulan menjelang KTT, para pemimpin yang sama telah menyatakan keprihatinannya terhadap Trump