Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak telah mengkonfirmasi bahwa markas besar mereka di seluruh negeri telah menjadi sasaran, sehingga menimbulkan korban jiwa dan merusak fasilitas mereka.
Menurut PMF, delapan anggotanya tewas dalam serangan gabungan Saudi-AS di Nineveh, Irak utara.
Pasukan paramiliter mengatakan serangan terbaru ini mewakili “eskalasi yang sangat berbahaya” dan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak dan lembaga keamanan resmi.
Penilaian situasi dan jumlah korban tewas sedang dilakukan, tambah pernyataan itu.






















