Home Opini Pembaruan Ebola: Wanita Uganda yang dikarantina di Bengaluru dinyatakan negatif

Pembaruan Ebola: Wanita Uganda yang dikarantina di Bengaluru dinyatakan negatif

3
0


Wanita Uganda yang dikarantina di Bengaluru karena dugaan infeksi Ebola telah dinyatakan negatif, pihak berwenang telah mengkonfirmasi. Jika hasilnya positif, maka ini akan menjadi kasus Ebola pertama di Asia Selatan sejak tahun 2014.

Berita ini muncul sehari setelah Menteri Kesehatan Jagat Prakash Nadda mengatakan India belum melaporkan satu pun kasus penyakit ini, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Warga negara Uganda berusia 28 tahun itu mengalami nyeri ringan di sekujur tubuhnya namun dalam keadaan sehat, sementara hasil tes dari sampel yang diambil darinya masih menunggu, tambah sumber tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya karena kurangnya izin untuk berbicara kepada media.

Media nasional mengatakan hasil tes diperkirakan akan keluar dalam satu atau dua hari bagi pelancong tersebut, yang tiba di kota selatan dari kota industri Ahmedabad di barat selama perjalanannya dari negara Afrika Timur tersebut.

India telah memulai langkah-langkah penyaringan dan pengawasan di bandara-bandara dan titik-titik masuk lainnya, sembari mengeluarkan nasihat mengenai penyaringan, karantina dan tindakan-tindakan lainnya, kata Nadda.

Dia telah mendesak warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Kongo, Uganda dan Sudan Selatan.

Kementerian Kesehatan memantau situasi ini dengan cermat

Di tengah lonjakan kasus Ebola baru-baru ini di beberapa wilayah Afrika, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga memantau dengan cermat perkembangan situasi tersebut, kata sumber.

Kementerian Kesehatan, berkoordinasi dengan otoritas negara terkait, melakukan pengawasan ketat dan semua protokol kesehatan masyarakat yang diperlukan dipatuhi sesuai dengan pedoman WHO. Saat ini, tidak ada kasus penyakit virus Ebola yang terkonfirmasi di India.

Sementara itu, Inspektur Rumah Sakit Umum Pemerintah Vijayawada A Venkateswara Rao mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk menangani kemungkinan keadaan darurat terkait Ebola.

“Saat ini, kami telah memulai bangsal Ebola dengan enam hingga delapan tempat tidur dan semua peralatannya… Selama dua hari terakhir, kami telah mengadakan program kesadaran untuk perawat dan staf kesehatan kami… Tidak ada bukti tercatat adanya infeksi Ebola di rumah kami. Di masa depan, tergantung pada tingkat keparahan masalahnya, kami akan mengubah pengaturannya… Kami siap dengan oksigen, ventilator, dan segalanya. Kami siap berperang melawan infeksi Ebola,” kata Rao.

WHO telah mengkonfirmasi 101 kasus di antara lebih dari 900 kasus dugaan virus jenis Bundibugyo di seluruh dunia, namun belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.