NATO menuduh Rusia berperilaku “sembrono” dan mengatakan pihaknya akan mempertahankan “setiap inci wilayah sekutu” setelah Rumania mengatakan sebuah pesawat tak berawak Rusia menabrak sebuah gedung saat melakukan serangan terhadap negara tetangga Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan sistem radar melihat sebuah drone Rusia memasuki wilayah udara Rumania semalam sebelum menabrak gedung 10 lantai di Galati, dekat perbatasan Ukraina.
Seorang wanita dan seorang anak terluka ringan, menurut pihak berwenang Rumania.
Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan batu bata hangus dan rusak di atap bangunan. Pihak berwenang mengatakan pesawat tak berawak itu meledak dan menghancurkan sebuah apartemen di lantai paling atas.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai dampak limpahan perang Rusia melawan Ukraina ke wilayah NATO.
Rusia belum menerima tanggung jawabnya. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip kantor berita Rusia Tass mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah diberitahu mengenai insiden tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menampik tuduhan bahwa drone Rusia terbang di atas Eropa dan menganggapnya tidak berdasar, menurut RIA.
Sementara itu, Dmitry Medvedev, wakil presiden Dewan Keamanan Rusia, memperingatkan para pemimpin Eropa bahwa drone akan terus menembus negara mereka dan menghalangi penduduknya untuk “tidur nyenyak.”
“Bagaimanapun, drone Eropa, suku cadangnya, dan senjata lainnya,” belum lagi badan intelijen, digunakan setiap hari dalam serangan terhadap negara kita. Akibat tindakan mereka, bangunan tempat tinggal rusak, dan warga sipil kami tewas,” kata Medvedev.






















