Home Opini Pembaruan pagi | Melihat ke Timur Tengah

Pembaruan pagi | Melihat ke Timur Tengah

2
0


Halo, para pembaca Middle East Eye,

Serangan baru AS di Iran selatan telah menyoroti rapuhnya keseimbangan antara diplomasi dan eskalasi militer di wilayah tersebut. Meskipun Washington mengklaim telah menargetkan instalasi radar dan drone Iran sebagai pertahanan diri, negosiasi dengan Teheran tetap aktif, dan kedua belah pihak terus bertukar proposal.

Sementara itu, Amerika Serikat mengusulkan peta jalan untuk mengurangi permusuhan di Lebanon, di mana Israel terus mengebom wilayah sipil meskipun ada tekanan internasional untuk melakukan deeskalasi.

Berikut perkembangan terkini:

  • Pasukan AS menyerang lokasi radar dan drone di Goruk dan Pulau Qeshm, menyebut serangan tersebut sebagai upaya pertahanan diri

  • IRGC Iran mengatakan mereka melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan yang dikatakan terlibat dalam serangan di pulau Sirik

  • Kuwait melaporkan berhasil mencegat serangan rudal dan drone ‘bermusuhan’ di tengah meningkatnya ketegangan regional

  • Trump mengatakan kesepakatan apa pun di masa depan dengan Iran jelas akan melarang Teheran memperoleh senjata nuklir

  • Para pejabat AS mengajukan proposal untuk mengurangi eskalasi permusuhan di Lebanon secara bertahap

  • Berdasarkan peta jalan yang diusulkan, Hizbullah akan menghentikan serangannya terhadap Israel dengan imbalan tidak ada eskalasi lebih lanjut di Beirut.

  • Menteri Luar Negeri Marco Rubio berbicara secara terpisah dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan perundingan dengan Washington terus berlanjut namun “terlalu dini” untuk menilai hasilnya

  • Laporan menunjukkan bahwa Trump berupaya menggunakan bahasa yang lebih keras dalam rancangan nota kesepahaman, termasuk ketentuan terkait komitmen nuklir dan Selat Hormuz.

  • Prancis menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Lebanon ketika serangan Israel meningkat

  • Qatar mengutuk serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon karena upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencegah eskalasi regional yang lebih luas