Negara-negara anggota Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) akan melakukan pemungutan suara pada hari Jumat di markas besar PBB di New York untuk memutuskan apakah akan memecat kepala jaksa pengadilan, Karim Khan, yang merupakan hal pertama dalam 24 tahun sejarah pengadilan tersebut.
Pemungutan suara tersebut mengakhiri kisah yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun, yang mencakup tuduhan pelanggaran seksual yang selalu dibantah oleh Khan, penyelidikan yang dipimpin oleh PBB, panel peradilan yang dengan suara bulat membebaskannya dari tuduhan, dan sebuah kantor yang memilih untuk mengabaikan temuan tersebut dan tetap melanjutkan tindakannya.
Kasus ini terjadi bersamaan dengan kampanye tekanan terpisah terhadap Khan dan Pengadilan atas upayanya untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan kejahatan perang terhadap para pemimpin Israel dan Hamas, mulai dari ancaman Menteri Luar Negeri Inggris saat itu untuk menahan pendanaan bagi ICC, hingga sanksi yang dikenakan pada Khan dan puluhan pejabat ICC oleh pemerintahan Trump, hingga janji publik Menteri Luar Negeri AS untuk “membongkar” Pengadilan tersebut.
Khan, seorang pengacara Inggris, adalah kepala jaksa ketiga ICC sejak pengadilan tersebut didirikan pada tahun 2002.
Baca selengkapnya: Kisah Karim Khan: garis waktu






















