
Cristiano Ronaldo Dan Portugal bersiap menghadapi pertandingan yang sulit di Grup K Piala Dunia 2026, namun salah satu rival tim nasional mengalami kemunduran signifikan hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai. Sementara Portugal tetap fokus pada persiapannya sendiri, perkembangan di sekitarnya Kongo menambah lapisan ketidakpastian pada kelompok yang sudah menarik ini.
Grup K berpotensi menjadi salah satu bagian turnamen paling kompetitif. Portugal muncul sebagai favorit, Kolombia dipandang sebagai pesaing kuat, Uzbekistan datang sebagai pendatang baru yang ambisius, dan Republik Demokratik Kongo berharap dapat kembali ke panggung Piala Dunia setelah lebih dari lima dekade absen.
Tim nasional Kongo telah mendapatkan kekaguman semua orang dengan lolos ke Piala Dunia pertamanya sejak tahun 1974. Namun, apa yang seharusnya menjadi periode perayaan dan persiapan menjadi semakin rumit karena keadaan selain sepak bola.
Pukulan keras bagi Republik Demokratik Kongo mulai terlihat
Ketika persiapan jelang turnamen semakin intensif, Republik Demokratik Kongo kini mengalami gangguan besar. Pihak berwenang Spanyol telah membatalkan pertandingan persahabatan tim nasional yang dijadwalkan pada 9 Juni melawan Chile karena masalah kesehatan terkait dengan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo.
Para pemain DR Kongo berpose untuk foto tim
Pertandingan tersebut sedianya akan berlangsung di La Linea de la Concepcion, Spanyol, namun otoritas setempat memutuskan untuk tidak mengizinkan pertandingan tersebut mengikuti rekomendasi dari otoritas kesehatan regional. Juan Franco, Wali Kota La Linea de la Concepcion, membenarkan keputusan tersebut.
“Saya menandatangani keputusan yang melarang diadakannya pertandingan tanggal 9 Juni antara Republik Demokratik Kongo dan Chilekatanya MENGATASIsebelum menekankan bahwa tindakan ini bersifat preventif dan bukan hukuman: “Laporan dari kepala layanan kesehatan di balai kota La Línea dengan tegas menyarankan untuk tidak mengadakan pertandingan ini mengingat risiko kesehatan yang dapat terjadi.”
Kekhawatiran terhadap Ebola terus mempengaruhi persiapan
Masalahnya berasal dari wabah virus Ebola jenis Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo bagian timur. Akibatnya, tim nasional telah membatalkan rencana untuk mengadakan bagian dari kamp pelatihan pra-Piala Dunia di Kinshasa. Sebaliknya, tim memindahkan persiapannya ke Belgia, di mana mereka terus berlatih menjelang turnamen.
Yang penting, laporan menunjukkan bahwa para pemain itu sendiri sebagian besar berbasis di luar negeri melalui klub masing-masing. Meskipun demikian, kekhawatiran mengenai perjalanan, pergerakan staf pendukung, dan protokol kesehatan masyarakat terus menimbulkan komplikasi.
Wabah ini juga menarik perhatian internasional karena tantangan unik yang ditimbulkannya. Menurut laporan, saat ini belum ada vaksin resmi yang dirancang khusus untuk strain Bundibugyo, sehingga meningkatkan kehati-hatian di kalangan otoritas kesehatan.
Aaron Wan-Bissaka dari DR Kongo berinteraksi dengan rekan satu timnya
DR Kongo menghadapi rintangan tambahan menjelang turnamen
Pembatalan laga persahabatan melawan Chile hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi DR Kongo. Laporan menunjukkan bahwa tim nasional menghadapi pembatasan perjalanan, komplikasi visa yang melibatkan penggemar, dan persyaratan masuk yang ketat terkait dengan Amerika Serikat. Langkah-langkah ini memaksa para pejabat untuk menyesuaikan rencana mereka beberapa kali pada minggu-minggu terakhir sebelum Piala Dunia.
Para pejabat AS sebelumnya mengumumkan bahwa orang-orang yang baru-baru ini berkunjung ke wilayah tertentu yang terkena dampak mungkin akan menghadapi pembatasan tambahan atau persyaratan isolasi sebelum memasuki negara tersebut. Keadaan ini menciptakan ketidakpastian dalam persiapan turnamen yang diperkirakan akan mewakili salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola Tanah Air.






















