Home Opini Kutipan hari ini dari Epictetus: “Kita tidak bisa memilih keadaan eksternal kita,...

Kutipan hari ini dari Epictetus: “Kita tidak bisa memilih keadaan eksternal kita, tapi kita bisa…”

6
0


Dari sekian banyak gagasan filosofis yang telah berlangsung selama berabad-abad, hanya sedikit yang relevan dengan kehidupan modern seperti kata-kata filsuf Yunani Stoa, Epictetus: “Kita tidak bisa memilih keadaan eksternal kita, tapi kita selalu bisa memilih bagaimana kita bereaksi terhadapnya. »

Arti kutipan tersebut

Meski diucapkan hampir dua ribu tahun yang lalu, kutipan ini menjawab tantangan yang masih bersifat universal. Orang sering kali menghadapi situasi di luar kendali mereka, misalnya kesulitan ekonomi, kemunduran profesional, kerugian pribadi, penyakit, atau gangguan tak terduga. Pengamatan Epictetus mengingatkan kita bahwa meskipun individu tidak mampu mendikte apa yang terjadi pada mereka, mereka tetap memiliki kemampuan untuk memutuskan bagaimana mereka merespons.

Pada intinya, kutipan tersebut mencerminkan salah satu prinsip utama filsafat Stoa: membedakan antara apa yang berada dalam kendali kita dan apa yang tidak. Peristiwa eksternal, menurut kaum Stoa, seringkali tidak dapat diprediksi. Namun sikap, keputusan dan tindakan tetap menjadi tanggung jawab individu. Dengan memfokuskan energi mereka pada bidang-bidang ini, orang dapat mempertahankan rasa keagenan bahkan dalam keadaan sulit.

Relevansi kutipan

Pesan ini sangat relevan di saat perubahan cepat dan ketidakpastian. Media sosial, tekanan ekonomi, dan peristiwa dunia dapat membuat individu merasa terbebani oleh faktor-faktor yang tidak dapat mereka pengaruhi. Kata-kata Epictetus mendorong perubahan perspektif, mengalihkan fokus dari hasil yang tidak terkendali ke perilaku pribadi, ketahanan, dan disiplin emosional.

Kutipan tersebut juga selaras dengan pengamatan terkenal lainnya dari kaisar Romawi dan filsuf Stoa Marcus Aurelius: “Anda mempunyai kekuasaan atas pikiran Anda, bukan atas peristiwa-peristiwa eksternal. Sadarilah hal ini dan Anda akan menemukan kekuatan.”

Seperti pernyataan Epictetus, wawasan Marcus Aurelius juga menekankan pentingnya pengendalian internal. Daripada berusaha mengendalikan keadaan eksternal, individu didorong untuk mengembangkan penguasaan atas pikiran, emosi, dan respons mereka. Bersama-sama, kedua kutipan tersebut membentuk kerangka kerja yang kuat untuk menghadapi kesulitan dan ketidakpastian.

Daya tarik abadi filsafat Stoa terletak pada kepraktisannya. Alih-alih menjanjikan kendali atas dunia, hal ini mengajarkan masyarakat bagaimana merespons secara efektif realitas yang mereka hadapi. Dalam pengertian ini, kata-kata Epictetus tetap relevan saat ini seperti saat pertama kali diucapkan, berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa karakter sering kali terungkap bukan oleh keadaan itu sendiri, namun oleh pilihan yang dibuat sebagai tanggapan terhadapnya.