Home Opini Wanita Brasil meninggal dalam tragedi bungee jumping setelah tali pengamannya diduga terlepas

Wanita Brasil meninggal dalam tragedi bungee jumping setelah tali pengamannya diduga terlepas

5
0


Pihak berwenang Brazil telah melakukan penyelidikan setelah seorang wanita berusia 21 tahun meninggal dalam kecelakaan bungee jumping di negara bagian Sao Paulo, dengan laporan awal menunjukkan bahwa tali pengaman penting mungkin tidak dipasang sebelum dia diluncurkan dari jembatan.

Di Brasil, seorang wanita tewas terjatuh saat melakukan aktivitas bungee jumping

Korban, yang diidentifikasi sebagai Maria Eduarda Rodrigues de Freitas, sedang berpartisipasi dalam aktivitas lompat tali di Ponte de Esqueleto, atau Jembatan Tengkorak, di kota Limeira pada 13 Juni. Para saksi mengatakan kepada polisi bahwa penyelenggara gagal mengamankan peralatan keselamatan sebelum lompat, menyebabkan dia terjatuh sekitar 40 meter.

Menurut laporan setempat dan kesaksian polisi, Freitas berada di sana bersama tunangannya dan sedang melakukan aktivitas olahraga ekstrem ketika kecelakaan itu terjadi. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan dia bersiap untuk melakukan lompatan sebelum orang yang melihatnya menyadari bahwa kabel pengamannya tidak tersambung. Para saksi terdengar meneriakkan peringatan beberapa saat sebelum peluncurannya.

Petugas tanggap darurat, termasuk petugas pemadam kebakaran dan paramedis, dikirim ke tempat kejadian, namun Freitas dinyatakan meninggal setelah menderita beberapa luka pada musim gugur.

Insiden ini memicu kekhawatiran luas di Brasil dan memperbaharui pengawasan terhadap standar keselamatan yang mengatur kegiatan olahraga petualangan. Pihak berwenang menangkap enam orang yang terkait dengan penyelenggaraan acara tersebut. Media lokal melaporkan bahwa tiga orang masih dalam penyelidikan atas dugaan pembunuhan yang mengandung niat jahat, sebuah klasifikasi hukum yang digunakan ketika seseorang dianggap secara sengaja menerima risiko yang berpotensi fatal.

Penyelidik juga menyelidiki apakah operasi tersebut memiliki otorisasi dan pengawasan keamanan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tersebut. Laporan di media Brasil menunjukkan bahwa acara tersebut mungkin diadakan tanpa persetujuan yang semestinya.

Freitas, lulusan baru di bidang pendidikan jasmani dan manajemen olahraga, telah berbagi foto dari tamasya tersebut di media sosial sesaat sebelum lompatan. Dalam salah satu postingannya, dia dilaporkan bercanda tentang pengalamannya, menulis, “Siapa orang gila yang membiarkan saya melompat dari jembatan?” ยป

Tragedi ini memicu seruan untuk mengambil tindakan keamanan yang lebih ketat di lokasi wisata petualangan di seluruh Brasil. Polisi mengatakan penyelidikan terus dilakukan sementara pihak berwenang berupaya mengetahui secara pasti bagaimana kesalahan fatal itu terjadi dan menentukan siapa yang bertanggung jawab.