Home Opini FTA Inggris-India senilai $6,5 miliar akan mulai berlaku pada 15 Juli setelah...

FTA Inggris-India senilai $6,5 miliar akan mulai berlaku pada 15 Juli setelah pembicaraan Starmer-Modi G7

2
0


Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Inggris dan India akan mulai berlaku pada 15 Juli, pemerintah Inggris mengumumkan pada Rabu (17 Juni), membuka jalan bagi implementasi perjanjian yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral dan investasi antara kedua negara.

Pengumuman tersebut menyusul diskusi antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Perdana Menteri Narendra Modi di sela-sela KTT G7 di Prancis.

Kedua belah pihak dilaporkan telah sepakat untuk melanjutkan kesepakatan tersebut meskipun ada kekhawatiran yang diajukan oleh India mengenai rezim tarif baja Inggris yang akan datang, yang akan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli.

Kekhawatiran atas tarif baja Inggris

Jawaban cepat atas pertanyaan-pertanyaan kunci

5 PERTANYAAN

FTA Inggris-India diharapkan dapat meningkatkan akses pasar secara signifikan melalui pengurangan tarif, menjadikan produk-produk Inggris lebih kompetitif di India dan produk-produk India lebih mudah diakses di Inggris.

India telah menyampaikan kekhawatirannya mengenai rezim tarif baja baru di Inggris karena hal ini dapat berdampak pada perjanjian perdagangan, yang berpotensi menyebabkan New Delhi melakukan negosiasi atau menunda implementasi FTA.

Dunia usaha harus menyelesaikan proses pendaftaran yang diperlukan dalam waktu 28 hari untuk mendapatkan manfaat dari pengurangan tarif berdasarkan FTA Inggris-India.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, India akan memotong tarif wiski dari 150% menjadi 40% dan tarif mobil menjadi 10%, sementara Inggris akan mengurangi tarif pakaian, sepatu, dan beberapa produk makanan dari India.

Benar, FTA kemungkinan besar akan meningkatkan akses India ke pasar Inggris, menjadikan ekspor India lebih kompetitif dan mendorong hubungan ekonomi yang lebih kuat antara kedua negara.

Para pejabat India dilaporkan telah mengindikasikan bahwa New Delhi mungkin berupaya membuka kembali diskusi atau menunda implementasi perjanjian perdagangan tersebut karena kekhawatiran mengenai dampak langkah-langkah perdagangan baru Inggris terhadap impor baja.

Perselisihan ini telah menimbulkan ketidakpastian mengenai implementasi kesepakatan yang ditandatangani tahun lalu dan diperkirakan bernilai £4,8 miliar ($6,5 miliar).

Namun, diskusi antara Starmer dan Modi membantu membuka jalan agar kesepakatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Inggris mendesak dunia usaha untuk bersiap

Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle menyambut baik keputusan tersebut dan mendesak dunia usaha untuk memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh kesepakatan tersebut.

“Kesepakatan ini memberikan keunggulan bagi eksportir Inggris dibandingkan pesaing internasional mereka, dan saya mendorong semua pelaku usaha untuk memastikan mereka siap,” kata Kyle dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Inggris mengatakan dunia usaha memiliki waktu 28 hari untuk menyelesaikan proses pendaftaran yang diperlukan untuk mendapatkan keuntungan dari pengurangan tarif berdasarkan kesepakatan tersebut.

Pengurangan tarif yang signifikan berdasarkan perjanjian

FTA diharapkan dapat meningkatkan akses pasar secara signifikan bagi dunia usaha di kedua negara melalui serangkaian penurunan tarif.

-India akan memotong tarif wiski Inggris dari 150% menjadi 40%.

-Bea masuk kendaraan bermotor akan diturunkan menjadi 10% berdasarkan sistem kuota, dari sebelumnya sebesar 100%.

-Inggris akan memotong tarif sejumlah ekspor India, termasuk pakaian, sepatu, dan beberapa produk makanan.

Pengurangan ini diharapkan membuat produk lebih kompetitif di kedua pasar dan mendorong arus perdagangan yang lebih besar.

Dorongan untuk hubungan ekonomi bilateral

Implementasi perjanjian ini menandai tonggak penting dalam hubungan ekonomi antara India dan Inggris dan diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan antara negara dengan perekonomian kelima dan keenam di dunia.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral, menciptakan peluang bisnis baru dan mendukung investasi di sektor-sektor seperti manufaktur, barang konsumsi, makanan dan jasa.

Bagi Inggris, perjanjian ini merupakan salah satu perjanjian perdagangan terpenting pasca-Brexit, sementara bagi India perjanjian ini memperluas akses ke pasar ekspor utama dan memperdalam hubungan dengan mitra strategis utama.