Home Opini (REVIEW) ‘Summer’s Camera’ Abadikan Cinta Pertama dan Patah Hati yang Manis

(REVIEW) ‘Summer’s Camera’ Abadikan Cinta Pertama dan Patah Hati yang Manis

4
0


Aktor Kim Si-a dalam sebuah adegan dari “Summer’s Camera” / Atas perkenan Sidus

Sutradara Divine Sung membuat debut fitur yang mengesankan dengan “Summer’s Camera”, sebuah film yang mengeksplorasi titik temu antara romansa remaja dan patah hati keluarga.

Film ini mendekati hubungan manusia yang kompleks melalui sudut pandang yang lembut, dengan fokus pada bagaimana kenangan dapat menyebabkan kesedihan tetapi juga membantu seseorang tumbuh.

Ceritanya berpusat pada siswa baru sekolah menengah bernama Summer (Kim Si-a), yang berhenti mengambil foto setelah ayahnya meninggal. Dia terus-menerus membawa kamera film tua mendiang ayahnya di tasnya, tetapi dia tidak sanggup mengambil empat foto yang tersisa.

Dunianya yang beku mulai berubah pada suatu hari musim panas di sekolah. Musim panas bertemu Yeon-woo (Yu Ga-eun), seorang pemain bintang di tim sepak bola sekolah, dan langsung merasakan ketertarikan. Percikan tiba-tiba ini memotivasi dia untuk mengambil kamera lagi untuk mengabadikan momen sehari-hari Yeon-woo.

Film ini mengambil giliran setelah Summer menemukan foto-foto lama seorang pria bernama Maru (Kwak Min-gyu) dalam daftar. Melalui foto-foto ini, Summer menemukan rahasia yang mendalam: ayahnya memiliki kekasih laki-laki selama masa sekolah menengahnya.

Bertanya-tanya mengapa ayahnya menikahi ibunya sambil memendam perasaan tersebut, Summer memutuskan untuk mencari kebenaran. Dia diam-diam mencari Maru, yang kini bekerja sebagai tukang cukur.

Alih-alih mengungkapkan kebenaran kepada ibunya, yang sudah berduka karena kehilangan suaminya, Summer malah menyimpan rahasia itu untuk dirinya sendiri. Dia menjalin persahabatan yang tenang dengan Maru, yang menjadi mentornya dan membantunya memahami masa lalu ayahnya.

Kekuatan “Kamera Musim Panas” terletak pada struktur paralelnya yang nyaman. Perasaan musim panas terhadap Yeon-woo mencerminkan kisah cinta masa lalu antara ayahnya dan Maru, menunjukkan cinta anak muda tersebut dari generasi ke generasi yang berbeda.

Meskipun hipotesis tentang ayah yang menikah dengan masa lalu yang tersembunyi mungkin tampak berat atau kontroversial, sutradara memperlakukan subjek sensitif ini dengan sentuhan sinematik yang lembut.

Aktor Kim Si-a, kanan, dan Kwak Min-gyu dalam adegan dari “Summer’s Camera” / Courtesy Sidus

Film ini sengaja menghindari diskriminasi sosial yang intens atau konflik keluarga yang menyakitkan. Film ini memilih untuk fokus pada gambaran penuh harapan tentang romansa remaja biasa dan pertumbuhan pribadi.

Pertunjukan tersebut menghadirkan kehangatan yang membumi dalam cerita. Kim, yang meninggalkan kesan kuat pada usia 9 tahun dalam film “Miss Baek” pada tahun 2018 dan menampilkan pesona misterius dalam serial Netflix “Sweet Home”, memberikan penampilan luar biasa yang menggambarkan perasaan polos cinta pertama.

Chemistrynya dengan Yu memunculkan energi cerah masa muda, sementara Kwak menambah beban emosional pada film tersebut sebagai karakter dewasa dan suportif yang membantu Summer mengatasi perasaan kompleksnya.

“Summer’s Camera” telah mendapat pengakuan di festival film global menjelang perilisannya di dalam negeri.

Film ini memenangkan Penghargaan Nongshim Shinramyun di Festival Film Internasional Jeonju ke-26 dan Penghargaan Wavemaker di Festival Film Internasional Seattle ke-51, dan diputar di 34 festival film di seluruh dunia.

“Summer’s Camera” akan dirilis di bioskop lokal pada 24 Juni.