Home Opini Bahasa rahasia di balik kerja sama dengan hewan

Bahasa rahasia di balik kerja sama dengan hewan

4
0


Hewan tidak hanya berkomunikasi dengan anggota spesiesnya sendiri. Penelitian baru menunjukkan bahwa komunikasi juga memainkan peran penting dalam membantu berbagai spesies bekerja sama.

Dalam ulasan yang diterbitkan di Perilaku binatangSebuah tim peneliti internasional meneliti bagaimana hewan menggunakan panggilan, gerakan tubuh, tampilan visual, dan sinyal lainnya untuk mengoordinasikan hubungan kerja sama antar spesies. Temuan ini mengungkap banyak cara hewan bertukar informasi untuk menyinkronkan perilaku mereka dan menjaga kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Spesies yang berbeda dapat bekerja sama dalam situasi yang sangat beragam. Beberapa burung membawa manusia ke sarang lebah dengan imbalan akses terhadap lilin lebah. Ikan yang lebih bersih menghilangkan parasit dari ikan karang yang lebih besar dan menerima makanan sebagai imbalannya. Dengan mengambil contoh dari burung, ikan, serangga, dan mamalia, para peneliti menunjukkan bagaimana komunikasi membantu hubungan ini berfungsi dan bertahan.

Bagaimana hewan berkoordinasi antar spesies

Agar kerja sama berhasil, hewan harus sering menyesuaikan waktu tindakannya untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini bisa menjadi sangat sulit ketika spesies yang terlibat memandang dunia dengan cara yang berbeda.

Salah satu contohnya adalah burung pemandu madu berukuran besar (burung indikator), yang menggunakan panggilan khusus untuk menarik perhatian manusia dan mengarahkan mereka ke sarang lebah. Burung itu juga merespons panggilan manusia. Dalam kasus lain, babi hutan menggunakan postur tubuh yang khas untuk mengundang burung dan mamalia membersihkannya.

“Dari contoh yang kami ketahui, individu mengoordinasikan tindakan mereka untuk mengakses sumber daya bersama, seperti makanan, atau untuk menukar sumber daya dengan layanan, seperti perlindungan dari predator,” kata Dr Katie Dunkley, penulis utama dan peneliti di Universitas Oxford. “Kami sangat tertarik pada bagaimana berbagi informasi memungkinkan koordinasi yang erat antar spesies.”

Komunikasi membantu mengelola risiko

Sinyal dan isyarat perilaku tidak hanya memicu kerja sama. Mereka juga membantu hewan mengidentifikasi mitra yang dapat dipercaya dan mengurangi risiko eksploitasi.

Interaksi dengan spesies lain bisa bermanfaat, namun bisa juga berbahaya. Komunikasi memungkinkan hewan untuk membedakan pasangan yang menawarkan layanan tulus dari mereka yang dapat memperoleh manfaat darinya.

Misalnya, beberapa ikan yang lebih bersih (mis. Labroides dimidiatus) dan udang (mis. Urocaridella sp.) menampilkan warna-warna cerah dan melakukan gerakan khas yang menandakan peran mereka sebagai ikan predator, sehingga interaksi pembersihan dapat terjadi dengan aman. Demikian pula, larva kupu-kupu lycaenid menggunakan sinyal kimia dan getaran yang mendorong semut untuk melindungi mereka daripada memakannya.

Tinjauan ini juga menyoroti pentingnya melihat lebih dari sekadar isyarat visual. Banyak spesies mengandalkan informasi yang dikumpulkan melalui berbagai indera, sehingga menunjukkan bahwa para ilmuwan berisiko mengabaikan bentuk-bentuk komunikasi penting jika mereka hanya berfokus pada apa yang dapat dilihat oleh hewan.

Sinyal fleksibel dan mudah beradaptasi

Tidak semua sistem komunikasi itu sama. Beberapa tetap sangat konsisten, sementara yang lain bervariasi tergantung lokasi dan kondisi lingkungan.

Layanan pembersihan ikan sering kali menggunakan postur yang dapat diprediksi, seperti handstand atau tail stand. Sebaliknya, nelayan yang bekerja dengan lumba-lumba mungkin menafsirkan perilaku lumba-lumba yang berbeda sebagai isyarat kapan harus menebarkan jaring, dan sinyal ini mungkin berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

“Dalam beberapa bentuk kerja sama interspesifik, isyarat dan isyarat berbeda-beda tergantung pada konteks ekologi, spesies yang terlibat, dan apakah sinyal tersebut diturunkan atau dipelajari,” kata penulis utama Dr van der Wal, afiliasi penelitian di FitzPatrick Institute of African Ornithology di UCT. “Ini menunjukkan betapa fleksibel dan mudahnya beradaptasi komunikasi antarspesies.”

Bagaimana komunikasi antar spesies berkembang

Para peneliti juga mempelajari bagaimana sistem komunikasi antar spesies dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Beberapa sinyal mungkin dimulai sebagai sinyal sederhana, yaitu sifat atau perilaku yang memengaruhi respons hewan lain, meskipun pada awalnya sinyal tersebut tidak dimaksudkan untuk menyampaikan informasi. Dari generasi ke generasi, sinyal-sinyal ini dapat menjadi sinyal yang lebih terspesialisasi.

Sinyal komunikasi lainnya pada awalnya mungkin memiliki tujuan yang berbeda, seperti membantu hewan merawat keturunannya atau menyelesaikan konflik. Pada akhirnya, perilaku ini dapat diadaptasi untuk digunakan dalam interaksi kooperatif antar spesies.

“Mempelajari bagaimana informasi mengalir antar spesies memberi kita gambaran yang kuat tentang bagaimana sistem komunikasi muncul, berubah, dan terkadang berevolusi bersama,” kata Dr Dunkley.

Upaya penelitian kolaboratif yang besar

Tinjauan tersebut merupakan hasil lokakarya interdisipliner yang berfokus pada kerja sama antarspesies yang berlangsung di Cambridge pada Juli 2023. Para peneliti yang mempelajari berbagai sistem berpartisipasi dalam acara tersebut.

Artikel yang dihasilkan melibatkan 58 penulis dari beberapa bidang, termasuk antropologi, biologi, dan linguistik. Konferensi ini juga mempertemukan para ahli yang mempelajari kerja sama hewan lintas spesies, interaksi spesies, dan sistem di mana manusia secara aktif melatih hewan non-manusia.

Apa yang diharapkan para ilmuwan untuk dipelajari selanjutnya

Menurut para peneliti, penelitian ini menyoroti peluang baru yang menjanjikan untuk mempelajari bagaimana komunikasi berkembang antar spesies dan bagaimana interaksi ini mempengaruhi ekosistem.

Para penulis menekankan perlunya penelitian yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak kelompok hewan, serta eksperimen tambahan yang bertujuan untuk memahami bagaimana sinyal muncul, bertahan, dan membentuk perilaku kooperatif.

“Masih banyak yang harus kita pelajari tentang cara kerja dan perkembangan sistem ini,” kata Dr van der Wal. “Kami menantikan penelitian di masa depan yang mengungkap interaksi ini dan bentuk kerja sama antarspesies lainnya yang belum ditemukan.”

Studi ini dipublikasikan di Perilaku binatang dengan judul “Ekologi dan Evolusi Sinyal dan Isyarat dalam Kerjasama Antarspesies Hewan”.