Sanket Kumar dari Meerut di Uttar Pradesh, yang nyaris lolos kualifikasi JEE Advanced pada tahun 2021, kini telah ditempatkan sebagai Ilmuwan/Insinyur (SC Grade) di ISRO Propulsion Complex (IPRC) di Mahendragiri, Tamil Nadu.
Sanket mengambil gap year dan belajar tanpa bimbingan, mengandalkan ceramah dan kuis YouTube dari tahun-tahun sebelumnya. Usahanya membuahkan hasil pada tahun 2022 ketika ia lulus dari JEE Main dan JEE Advanced, sehingga ia diterima di Institut Sains dan Teknologi Luar Angkasa India (IIST), Thiruvananthapuram, untuk mempelajari teknik dirgantara.
Jalan Sanket menuju ISRO tidaklah mudah. Setelah gagal hanya dengan dua nilai di cutoff JEE Advanced, dia dihadapkan pada keputusan yang sulit. Meskipun banyak yang menasihatinya untuk tidak mengambil gap year, dia memilih untuk mengejar tujuannya.
Alih-alih mendaftar di lembaga pelatihan, ia mengandalkan belajar mandiri, kuliah online yang tersedia di YouTube, dan berlatih melalui kertas ujian tahun-tahun sebelumnya. Usahanya membuahkan hasil pada tahun berikutnya ketika ia menyelesaikan ujian JEE Main dan JEE Advanced, dan mendapatkan tempat di program teknik dirgantara di Institut Sains dan Teknologi Luar Angkasa India (IIST) di Thiruvananthapuram.
Pilih jalur akademik yang tidak konvensional
Saat belajar di IIST, Sanket memilih mata pelajaran getaran dan akustik, mata pelajaran yang hanya dipilih oleh sedikit rekannya. Meskipun sebagian besar siswa berfokus pada bidang-bidang seperti propulsi dan aerodinamika, ia menjadi satu-satunya anggota kelasnya yang berspesialisasi dalam bidang ini.
Hasil akademisnya pun membuka peluang internasional baginya. Dia dipilih oleh perusahaan Jepang Shinra Inc. untuk proyek penelitian teknik tingkat lanjut dan menghabiskan tiga bulan mengerjakan tugas ini.
Setelah mendapatkan CGPA 8.2, ia diundang untuk wawancara di ISRO, yang akhirnya membuka jalan menuju tujuan impiannya.
Sanket akan memulai karirnya di Kompleks Propulsi ISRO di Mahendragiri, sebuah fasilitas yang bertanggung jawab untuk melakukan uji akhir sistem roket sebelum misi peluncuran.
Berkaca pada kesuksesannya, warga Modipuram ini mengatakan bahwa dorongan dari keluarganya memainkan peran penting dalam membantunya mengatasi tantangan dan tetap fokus pada ambisinya.
“Penghargaan atas kesuksesan saya diberikan kepada keluarga saya. Mereka selalu mendukung saya. Ketika saya istirahat selama setahun, orang-orang mengatakan banyak hal, tetapi keluarga saya mendukung saya. Kakak saya memberi saya banyak dukungan finansial,” kata Sanket seperti dikutip NDTV.
Dia juga mengungkapkan bahwa dia merahasiakan wawancara ISRO dari orang tuanya, berharap dapat mengejutkan mereka jika dia berhasil.
“Saya bahkan tidak memberi tahu orang tua saya ketika saya pergi untuk wawancara. Saya pikir saya akan mengejutkan mereka jika saya terpilih,” katanya.
Keluarga merayakan mimpi yang menjadi kenyataan
Terpilihnya Sanket membawa kebahagiaan luar biasa bagi keluarganya. Ibunya Sunita Singh, ayah Gulshan Kumar dan saudara laki-lakinya Harshit Kumar mengatakan mereka bangga atas pencapaiannya dan mendorong orang tua lain untuk menaruh kepercayaan pada anak-anak mereka.
“Kami sangat bahagia. Itu adalah impian kami dan putra kami telah mewujudkannya. Orang tua harus mempercayai dan mendukung anak-anak mereka. Mereka akan menulis kisah sukses mereka sendiri,” kata keluarga tersebut kepada NDTV.
Sekolah mengingat siswa yang fokus
Sanket menyelesaikan pendidikan Kelas 12 Fisika, Kimia dan Matematika (PCM) dari Dewan Public School pada tahun 2021. Mantan kepala sekolah Aseem Dubey mengenangnya sebagai siswa yang berdedikasi dan disiplin yang selalu jelas dalam cita-citanya.
“Dia selalu mengatakan bahwa dia ingin mencapai sesuatu dalam hidup. Dia serius dengan karirnya dan fokus pada studinya. Ketika saya mendengar tentang seleksinya, saya bangga murid saya telah mencapai prestasi tersebut,” kata Dubey.






















