Home Opini Calon NEET berusia 18 tahun bunuh diri di Karnataka, kata ayahnya, ‘dia...

Calon NEET berusia 18 tahun bunuh diri di Karnataka, kata ayahnya, ‘dia ingin mengikuti ujian lagi’

3
0


Bhagyashree, seorang calon NEET berusia 18 tahun, diduga meninggal karena bunuh diri setelah gantung diri pada kipas langit-langit di rumahnya di kota, kata ayahnya pada hari Minggu, PTI melaporkan.

Menurut ayahnya, Rajashekhar, Bhagyashree adalah siswa cerdas yang mendapat nilai 92 persen dalam ujian PUC dan berprestasi baik secara akademis.

Inilah yang dikatakan ayahnya

“Tidak ada kesusahan atau masalah dalam keluarga kami dan kami hidup bahagia,” katanya.

“Dia telah tampil baik (di NEET), semuanya baik-baik saja. Mungkin dia memiliki perasaan dalam pikiran untuk menulisnya lagi (NEET). Saya tidak menyalahkan siapa pun, saya tidak menuduh siapa pun. Kami tidak tahu rasa sakit atau penderitaannya. Apa yang bisa saya katakan?” Rajashekhar mengatakan kepada wartawan dengan berlinang air mata.

Sumber polisi mengatakan kepada PTI bahwa dia tidak menulis catatan kematian atau memberikan alasan apa pun.

Sebuah kasus telah didaftarkan dalam hal ini di bawah yurisdiksi kantor polisi Station Bazaar.

NEET-UG yang diadakan pada tanggal 3 Mei dibatalkan menyusul dugaan kebocoran kertas soal, dan NTA telah menjadwalkan pemeriksaan ulang pada tanggal 21 Juni.

Baca juga | Bukan Sekadar Tidur: Penelitian Baru Menunjukkan Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Kita

Kejadian serupa dilaporkan dari Lakhimpur Kheri, di mana seorang calon NEET bunuh diri setelah yakin akan lulus ujian pada upaya ketiganya. Tidak ada catatan bunuh diri yang ditemukan dalam kasus ini, meskipun anggota keluarga mengaitkan kematian tersebut dengan stres setelah pembatalan ujian.

Menurut data NCRB, India melaporkan 14,488 kasus bunuh diri pelajar pada tahun 2024, yang merupakan 8,5% dari seluruh kasus bunuh diri di negara tersebut. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 4,3 persen dari tahun 2023, ketika tercatat 13.892 kasus serupa, dan peningkatan tajam sebesar 65 persen selama dekade terakhir.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa krisis ini terus berdampak besar pada generasi muda, dengan peningkatan kasus bunuh diri di kalangan pelajar, meskipun jumlah keseluruhan kasus bunuh diri di negara ini relatif stabil.

Bantuan tersedia!

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang bergumul dengan pikiran untuk bunuh diri atau tekanan emosional, bantuan tersedia. Siswa dapat mencari bantuan melalui saluran bantuan kesehatan mental dan konseling gratis.

  1. Saluran Bantuan Kesehatan Mental Kiran: dukungan 24/7: 1800-599-0019
  2. Saluran Bantuan Pencegahan Bunuh Diri AASRA: 9820466726
  3. Sneha Foundation: Saluran Bantuan Emosional: 044-24640050
  4. iCALL by TISS: Layanan konseling kesehatan mental untuk pelajar dan individu.
  5. Klinik Program Kesehatan Mental Distrik (DMHP) tersedia di rumah sakit distrik dan perguruan tinggi kedokteran pemerintah di seluruh India untuk konseling dan pengobatan tatap muka.
Baca juga | Mengapa emosi yang ringan adalah kunci kesehatan mental yang lebih baik

Kasus kebocoran kertas NEET 2026: apa berita terbarunya?

Pengadilan Delhi pada hari Minggu mengembalikan tersangka Shubham Khairnar ke tahanan polisi hingga 6 Juni sehubungan dengan kasus kebocoran kertas NEET.

Hakim khusus Ruchi Aggarwal menyetujui permohonan Biro Investigasi Pusat (CBI) yang meminta hak asuh Khairnar.

Sebelumnya, pada tanggal 14 Mei, pengadilan telah mengirim Khairnar dan empat terdakwa lainnya ke tahanan CBI selama tujuh hari, dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut menunjuk pada keterlibatan “geng terorganisir” yang terlibat dalam membocorkan dan mendistribusikan kertas ujian rahasia untuk keuntungan finansial.

CBI sejauh ini telah menangkap 10 tersangka dalam kasus tersebut.

Baca juga | Anggota panel parlemen mempertanyakan pejabat senior NTA atas dokumen NEET yang ‘bocor’

Ujian NEET (UG) 2026 untuk masuk program sarjana di perguruan tinggi kedokteran, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Mei, dibatalkan dua hari kemudian karena dugaan kebocoran kertas.

Kita tidak mengetahui rasa sakit maupun penderitaannya. Apa yang bisa saya katakan?

Pemerintah telah meminta CBI untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap “kejanggalan” tersebut.

(Dengan kontribusi dari agensi)

Poin-poin penting

  • Meningkatnya angka bunuh diri pelajar menyoroti krisis kesehatan mental yang diperburuk oleh tekanan akademis.
  • Pembatalan ujian NEET telah meningkatkan stres di kalangan siswa, yang menyebabkan konsekuensi yang tragis.
  • Kesadaran kesehatan mental dan sistem pendukung di kalangan pelajar mutlak diperlukan.