Home Opini Pembaruan pagi | Melihat ke Timur Tengah

Pembaruan pagi | Melihat ke Timur Tengah

4
0


Halo, para pembaca Middle East Eye,

Tanda-tanda terkuat dari terobosan diplomatik muncul setelah Donald Trump mengatakan kesepakatan antara Amerika Serikat, Iran dan negara-negara regional telah “dinegosiasikan secara ekstensif,” dan hanya rincian akhir yang masih harus diselesaikan. Pakistan mengatakan babak baru perundingan akan segera dilakukan, sementara laporan menyebutkan usulan kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata.

Berikut perkembangan utamanya:

  • Trump mengatakan kesepakatan AS-Iran telah ‘dinegosiasikan secara ekstensif’ dan rinciannya akan segera diumumkan

  • Laporan mengatakan kesepakatan yang diusulkan mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari

  • Perjanjian tersebut juga diharapkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran pembatasan maritim.

  • Pakistan mengatakan putaran berikutnya perundingan AS-Iran akan berlangsung ‘segera’

  • Israel khawatir kesepakatan yang akan segera terjadi mungkin tidak sesuai dengan kepentingannya

  • Iran dan Arab Saudi membahas ketegangan regional seiring dengan percepatan diplomasi

  • Teheran mengatakan angkatan bersenjatanya tetap berada pada tingkat siaga tertinggi meskipun ada kemajuan dalam negosiasi

  • Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memuji peran Trump dalam upaya perdamaian dan menawarkan untuk menjadi tuan rumah perundingan mendatang

  • The New York Times melaporkan bahwa kesepakatan itu mungkin melibatkan pembatasan pengayaan uranium dan pelepasan aset Iran yang terkait dengan kesepakatan nuklir.

  • Mesir, Qatar, Turki, Irak dan aktor regional lainnya melanjutkan konsultasi yang bertujuan untuk mendukung negosiasi

  • Para analis di Israel dan Amerika Serikat, termasuk mantan pejabat keamanan dan intelijen, secara terbuka mengkritik kesepakatan yang baru lahir tersebut.