
Christian Pulisic dan Luka Modric sedang menuju salah satu malam terbesar musim Milan dengan lebih dari tiga poin dipertaruhkan. Saat Rossoneri bersiap menghadapi pertandingan penting Serie A melawan Cagliari, komentar segar dari pemain veteran Kroasia itu telah memicu meningkatnya spekulasi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Piala Dunia 2026 dan apakah Milan akan segera menghadapi perombakan besar di ruang ganti.
Suasana di sekitar San Siro semakin mencekam dalam beberapa hari terakhir. Milan masih mengendalikan nasib mereka sendiri di Liga Champions, namun ketidakpastian seputar masa depan beberapa tokoh penting telah menambah tekanan menjelang akhir pekan terakhir musim ini.
Bicaralah dengan Kumpulan media olahraga, Luka Modric telah menjelaskan bahwa hubungannya dengan tim San Siro menjadi sangat pribadi, meski baru tiba tahun lalu setelah meninggalkan Real Madrid. “Saya sangat senang di Milan, tapi yang terpenting saat ini adalah pertandingan melawan Cagliari pada hari Minggu dan kualifikasi Liga Champions,” dia menjelaskan.
“Selebihnya, kita lihat saja nanti. Saya punya hubungan baik dengan klub, manajemen, dan pelatih.” Gelandang Kroasia ini juga berbicara hangat tentang kehidupannya jauh dari sepak bola di Italia. “Ini kota yang spektakuler, saya menyukainya” katanya. “Makanannya spektakuler, pasta adalah hidangan favorit saya dan dekat dengan pegunungan, laut, dan danau.”
Luka Modric dari AC Milan melakukan selebrasi usai mencetak gol.
Komentar-komentar ini langsung memicu optimisme di kalangan penggemar yang menginginkan playmaker veteran itu bertahan di San Siro setelah Piala Dunia. Bahkan di usianya yang hampir 41 tahun, Modric tetap menjadi salah satu sosok paling berpengaruh di Rossoneri, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dua kondisi yang bisa menentukan segalanya
Meski Modric enggan membuat pengumuman pasti mengenai masa depannya, laporan dari Italia menunjukkan masa tinggalnya di Milan bergantung pada terpenuhinya dua syarat utama. Menurut La Gazzetta du Olahraga Dan Corriere dello Sport, Modric akan memperpanjang masa tinggalnya di Milan jika Massimiliano Allegri tetap menjadi pelatih kepala dan klub lolos ke Liga Champions UEFA musim depan.
Pengungkapan ini segera memberi arti penting pada pertemuan hari Minggu dengan Cagliari. Milan saat ini berada dalam posisi yang kuat di tabel Serie A, namun Juventus, Como dan Roma masih cukup dekat untuk menghukum kesalahan di menit-menit akhir.
Bintang Kroasia itu akan tetap termotivasi untuk terus berkompetisi di level tertinggi setelah Piala Dunia. Namun, ia hanya ingin tetap menjadi bagian dari proyek yang mampu bertarung di kompetisi elite Eropa.
Luka Modric dari Kroasia
Mengapa Pulisic juga bisa diawasi dengan ketat
Meski usianya sudah lanjut, Modric telah menjadi salah satu pemimpin emosional di ruang ganti Milan. Dalam 35 penampilan musim ini, mantan pemenang Ballon d’Or telah menyumbangkan gol, assist, dan kepemimpinan selama musim yang penting.
Bagi Christian Pulisic, ketidakpastian seputar pemain veteran Kroasia itu lebih penting daripada yang terlihat pada pandangan pertama. Penyerang Amerika ini menjalin hubungan yang kuat dengan sang maestro lini tengah sepanjang musim, terutama saat Milan sedang dalam performa terbaiknya di awal musim.
Perubahan besar apa pun yang melibatkan Allegri atau Modric dapat mengubah struktur serangan tim musim depan. Pulisic sendiri belakangan ini semakin mendapat sorotan menyusul paruh kedua musim Serie A yang sulit menyusul awal yang eksplosif.






















