Home Opini Korea dan AS akan meluncurkan pembicaraan mengenai inisiatif keamanan dari kesepakatan puncak...

Korea dan AS akan meluncurkan pembicaraan mengenai inisiatif keamanan dari kesepakatan puncak minggu depan

5
0


Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Park Yoon-joo, kiri, dan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Allison Hooker berpose sebelum pembicaraan mereka di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, 19 Mei. Atas perkenan Kementerian Luar Negeri

Korea dan Amerika Serikat akan meluncurkan perundingan formal minggu depan untuk menerapkan perjanjian keamanan yang dicapai antara para pemimpin mereka, Kementerian Luar Negeri Seoul mengumumkan pada hari Jumat.

Pertemuan awal akan diadakan di Seoul pada hari Selasa dan Rabu untuk meluncurkan konsultasi lanjutan mengenai bagian-bagian terkait keamanan dari lembar informasi bersama yang dirilis pada bulan November setelah pertemuan puncak antara Presiden Lee Jae Myung dan Presiden A.S. Donald Trump, menurut kementerian.

Agenda tersebut diperkirakan mencakup upaya Seoul untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, mengamankan kemampuan untuk memperkaya uranium dan memproses kembali bahan bakar nuklir bekas untuk tujuan damai, serta memperluas kerja sama pembuatan kapal antara kedua sekutu tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Park Yoon-joo akan memimpin delegasi Korea, yang akan mencakup pejabat dari kantor kepresidenan serta kementerian pertahanan, ilmu pengetahuan dan industri.

Delegasi AS akan dipimpin oleh Allison Hooker, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik, dan akan mencakup pejabat dari Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, Departemen Energi dan badan-badan lainnya, kata departemen tersebut.

Lembar fakta bersama mencakup serangkaian komitmen dari kedua belah pihak, termasuk isu-isu terkait keamanan dan janji investasi Seoul sebesar $350 miliar kepada Amerika Serikat sebagai imbalan atas pengurangan tarif AS.

Pertemuan perdana tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung awal tahun ini namun ditunda karena Washington fokus pada prioritas lain, termasuk konflik Timur Tengah, sekaligus meningkatkan kekhawatiran atas penundaan proses legislatif Seoul mengenai janji investasinya dan penyelidikan terhadap raksasa e-commerce Coupang menyusul pelanggaran data besar-besaran, dan isu-isu lainnya.

Menteri Luar Negeri Cho Hyun mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Yonhap pada hari Kamis bahwa Seoul ingin segera merevisi perjanjian kerja sama nuklir sipil dengan Amerika Serikat untuk memungkinkan pengayaan uranium dan pemrosesan ulang bahan bakar nuklir bekas, sekaligus mempercepat kemajuan dalam kerja sama kapal selam bertenaga nuklir dan pembuatan kapal.

Kedua belah pihak bekerja sama untuk memastikan bahwa pertemuan perdana tersebut menghasilkan kemajuan besar, tambah Cho.

Dalam catatan media, Departemen Luar Negeri AS mengatakan Hooker akan memimpin delegasi antarlembaga untuk memajukan “inisiatif kerja sama nuklir” yang menjadi komitmen Trump selama kunjungannya ke Korea pada bulan Oktober.

Selama kunjungannya di Korea dari Senin hingga Rabu, wakil menteri tersebut juga akan mengadakan diskusi dengan rekan-rekannya mengenai berbagai masalah bilateral dan global untuk memperkuat aliansi “luas” dan “abadi” antara kedua negara, khususnya dalam kerja sama keamanan dan ekonomi, kata departemen tersebut.

“Aliansi AS-Korea tetap menjadi pilar perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan seluruh kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya. ROK adalah singkatan dari nama resmi Korea, Republik Korea.