
Crystal Palace dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan merekrut manajer Lens Pierre Sage saat mereka terus mencari pelatih kepala baru.
Menurut talkSPORT, Palace sudah mulai mencari opsi lain setelah harapan mereka mendatangkan Andoni Iraola memudar.
Mantan bos Bournemouth itu sangat dikagumi di Selhurst Park, namun kini diperkirakan akan menggantikan Arne Slot di Liverpool, meninggalkan Palace untuk menilai kembali daftar calon mereka.
Sage telah melakukan pekerjaan yang mengesankan di Prancis dan membangun reputasi yang kokoh setelah membimbing Lens melalui kampanye yang brilian.
Timnya memenangkan Coupe de France dan menempati posisi kedua di Ligue 1, yang merupakan pencapaian besar mengingat persaingan di sekitar mereka.
Musim seperti ini tentu saja diperhatikan, terutama oleh klub-klub Premier League yang mencari pelatih modern dan progresif.
Target Crystal Palace untuk manajer League One
Bagi Palace, ini bisa menjadi poros yang cerdas. Mereka membutuhkan seseorang yang dapat menjaga tim tetap kompetitif sekaligus mengembangkan pemain muda dan membangun identitas sepakbola yang jelas.
Sage sepertinya cocok dengan profil jenis ini. Dia bukan nama yang paling terkenal di sepak bola Eropa, tapi dia telah menunjukkan bahwa dia bisa mengatur tim, membangun kepercayaan diri, dan mendapatkan hasil bagus tanpa memerlukan anggaran terbesar.
Situasi Iraola juga menjelaskan urgensi Palace. Mantan manajer Bournemouth dikagumi di Selhurst Park dan akan menjadi pilihan yang wajar karena pengalamannya di Premier League dan gaya sepak bolanya yang energik.
Namun dengan Liverpool yang bergerak kuat ke arah mereka, Palace harus realistis daripada menunggu terlalu lama dan kehilangan momentum.
Namun, Sage bukanlah penunjukan yang mudah. Lens dapat menawarkan sepak bola Liga Champions, yang merupakan alasan kuat bagi manajer mana pun untuk bertahan.
Apakah Pierre Sage lebih memilih pindah ke Selhurst Park?
Bergabung dengan Palace berarti bergabung dengan liga yang lebih ketat, namun juga menghadapi tantangan yang sangat berbeda dengan eksposur yang besar.
Istana harus serius mengeksplorasi Sage, tetapi mereka harus menjual proyek itu kepadanya dengan benar.
Dia tidak akan meninggalkan tim Lens yang sukses hanya demi kesenangan melatih di Inggris.
Yang menarik adalah Palace tidak serta merta membutuhkan manajer superstar. Mereka membutuhkan kecocokan yang tepat.
Seseorang yang tenang, tajam secara taktik, dan mampu mengembangkan pemain mungkin lebih baik daripada mengejar nama yang lebih besar.
Sage tampaknya merupakan langkah yang berani, namun tidak gegabah. Jika Palace kehilangan Iraola, memilih manajer dengan ide-ide baru dan kesuksesan baru-baru ini di Prancis bisa menjadi cara cerdas untuk melangkah maju.
Crystal Palace ingin bintang Inggris itu menggantikan Guehi






















