Home Opini Trump memuji PM Modi sebagai ‘teman baik saya’, yakin dengan kesepakatan perdagangan...

Trump memuji PM Modi sebagai ‘teman baik saya’, yakin dengan kesepakatan perdagangan Indo-AS

3
0


Presiden AS Donald Trump mengatakan dia yakin pada hari Kamis 4 Juni bahwa Washington dan New Delhi akan berhasil mencapai perjanjian perdagangan, sambil menggambarkan Perdana Menteri Narendra Modi sebagai teman dekat.

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump mengatakan kedua negara memiliki hubungan yang kuat meskipun ada perselisihan dagang yang sudah berlangsung lama.

“Kami akan mencapai kesepakatan karena saya sangat menyukai perdana menteri Anda; dia adalah teman baik saya dan kami rukun. Kami memiliki hubungan yang baik.”

Pernyataan tersebut muncul ketika India dan Amerika Serikat mengintensifkan negosiasi mengenai perjanjian perdagangan bilateral sementara yang bertujuan untuk memperluas kerja sama ekonomi dan mengatasi masalah akses pasar.

Trump kembali mengkritik kebijakan tarif India di masa lalu

Sambil menyatakan keyakinannya terhadap kesepakatan di masa depan, Trump mengulangi kritiknya yang sudah lama terhadap rezim tarif India.

Presiden AS berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan AS telah menghadapi hambatan besar di pasar India selama bertahun-tahun.

“Selama bertahun-tahun, India telah mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.”

“Mereka mengenakan tarif yang sangat besar pada perusahaan kami, dan kami tidak membebankan biaya apa pun kepada mereka.”

Trump mengklaim bahwa neraca perdagangan kini telah menguntungkan Washington.

“Sekarang justru sebaliknya dan kami menghasilkan banyak uang dari India.”

Komentarnya mencerminkan kekhawatiran AS terhadap tarif, pembatasan akses pasar, dan hambatan peraturan yang dihadapi perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di India.

Pembicaraan perdagangan empat hari berakhir di New Delhi

Pernyataan Trump tersebut menyusul berakhirnya kunjungan empat hari pejabat dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat ke India.

Putaran perundingan terakhir, yang diselenggarakan pada 1-4 Juni, berfokus pada memajukan diskusi menuju kesepakatan perdagangan sementara.

Menurut Kementerian Perdagangan India, kedua belah pihak melakukan pendekatan negosiasi secara konstruktif.

Kementerian mengatakan negosiasi dilakukan dengan semangat kerja sama dan pragmatisme, dan kedua negara menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Pertanyaan kunci di meja perundingan

Para pejabat perdagangan membahas berbagai isu selama putaran perundingan terakhir.

Di antara bidang utama yang dibahas adalah:

-Langkah-langkah fasilitasi perdagangan

-Kerja sama dalam keamanan ekonomi

Kedua pemerintah berupaya memperkuat hubungan perdagangan bilateral sambil mengatasi kekhawatiran lama yang diajukan oleh dunia usaha dan pembuat kebijakan.

AS menandai India dalam tinjauan kerja paksa

Pembicaraan perdagangan ini berlangsung dengan latar belakang tinjauan AS baru-baru ini terhadap rantai pasokan global.

Pekan ini, Washington menyoroti 60 negara, termasuk India, yang dinilai tidak melakukan upaya yang memadai untuk mencegah impor yang terkait dengan kerja paksa.

India masuk dalam daftar tersebut bersama negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, Inggris, dan Uni Emirat Arab.

Penunjukan ini berpotensi mengarah pada tindakan perdagangan di masa depan jika kekhawatiran masih belum terselesaikan.

Impor minyak Rusia masih menjadi bagian dari diskusi perdagangan yang lebih luas

Masalah sensitif lainnya yang mempengaruhi hubungan ekonomi India-AS adalah pembelian minyak mentah Rusia oleh India.

Diskusi tersebut bertepatan dengan peninjauan Amerika Serikat terhadap pengecualian yang saat ini memungkinkan beberapa negara, termasuk India, untuk terus mengimpor minyak Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada Kongres bahwa pengecualian tersebut hanya bersifat sementara.

“Kami ingin mengakhirinya sesegera mungkin karena kebijakan mendasar negara ini adalah memberikan sanksi terhadap minyaknya.”

“Ini adalah pengecualian dengan jangka waktu terbatas, yang dimaksudkan untuk lebih membuka pasokan global.”

Pengecualian tersebut, yang pertama kali diperkenalkan pada bulan Maret dan diperpanjang dua kali, akan berakhir pada 17 Juni.

Rubio mengatakan keputusan apa pun mengenai perpanjangan lebih lanjut akan dibuat oleh Departemen Keuangan AS.

Pembelian minyak Rusia terkait dengan ketegangan geopolitik yang lebih luas

Pengecualian ini awalnya diberlakukan untuk mengurangi gangguan terhadap pasokan energi global yang disebabkan oleh konflik di Asia Barat dan ketidakstabilan di sekitar Selat Hormuz.

India meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia di bawah keringanan tersebut setelah pasokan energi ke beberapa wilayah Teluk terpengaruh.

Impor minyak Rusia juga muncul sebagai topik diskusi berulang dalam negosiasi perdagangan antara Washington dan New Delhi.

Awal tahun ini, Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 25% pada beberapa impor India, dengan alasan bahwa pembelian minyak mentah Rusia membantu membiayai operasi militer Moskow di Ukraina.

Tarif tersebut kemudian ditarik setelah India berjanji untuk menangguhkan impor minyak Rusia, menurut lembar fakta Gedung Putih.

Baca juga | Trump mengatakan AS ‘akan menang melalui diplomasi atau tindakan militer’ melawan Iran