Home Opini Para ilmuwan membunyikan alarm ketika amuba berbahaya menyebar ke seluruh dunia

Para ilmuwan membunyikan alarm ketika amuba berbahaya menyebar ke seluruh dunia

3
0


Peneliti lingkungan dan kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa sekelompok mikroba yang kurang diketahui bisa menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan manusia. Organisme ini, yang dikenal sebagai amuba yang hidup bebas, ditemukan di air dan tanah, namun para ilmuwan mengatakan beberapa spesies menjadi lebih memprihatinkan seiring dengan pemanasan planet dan penuaan sistem air.

Dalam perspektif yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah BiokontaminanPara peneliti menggambarkan amuba yang hidup bebas sebagai risiko kesehatan masyarakat yang terabaikan dan memerlukan perhatian lebih. Mereka menyebutkan perubahan iklim, infrastruktur air yang menua, dan sistem pemantauan yang lemah sebagai faktor yang memungkinkan amuba berbahaya menyebar dan menjadi lebih sulit dikendalikan.

Mengapa beberapa amuba berbahaya

Amoeba adalah organisme bersel tunggal yang umumnya hidup di lingkungan alami seperti danau, sungai, tanah, dan sistem air. Sebagian besar tidak membahayakan manusia, namun sejumlah kecil dapat menyebabkan penyakit serius.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Naegleria fowlerikadang disebut otak pemakan amuba. Organisme ini dapat menyebabkan infeksi otak yang jarang namun sangat fatal ketika air yang terkontaminasi masuk ke hidung, sering kali saat berenang atau aktivitas air rekreasi lainnya.

“Apa yang membuat organisme ini sangat berbahaya adalah kemampuan mereka untuk bertahan hidup dalam kondisi yang membunuh banyak mikroba lainnya,” kata penulis Longfei Shu dari Universitas Sun Yat sen. “Mereka dapat mentolerir suhu tinggi, disinfektan yang kuat seperti klorin, dan bahkan hidup di dalam sistem air yang dianggap aman.”

Surga tersembunyi bagi patogen lain

Bahayanya tidak hanya datang dari amuba itu sendiri. Para peneliti juga memperingatkan bahwa amuba dapat menjadi surga bagi mikroba berbahaya lainnya.

Bakteri dan virus dapat bersembunyi di dalam amuba, sehingga mereka dapat terlindungi dari disinfektan dan metode pengobatan lainnya. Hal ini memungkinkan patogen tertentu bertahan lebih lama dalam sistem air minum dan berpotensi menyebar lebih efektif. Para ilmuwan berbicara tentang efek kuda Troya dan mengatakan bahwa hal ini juga dapat berperan dalam penyebaran resistensi antibiotik.

Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko

Meningkatnya suhu global dapat memperburuk masalah ini. Amoeba yang menyukai panas dapat bertahan hidup dan menyebar ke daerah di mana mereka dulunya langka, sehingga meningkatkan risiko paparan pada manusia.

Wabah baru-baru ini yang terkait dengan perairan rekreasi telah menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara. Ketika kondisi panas semakin meluas, para ilmuwan mengatakan pengelola air dan pejabat kesehatan mungkin perlu bersiap menghadapi risiko yang dianggap jarang atau terbatas pada wilayah tertentu.

Para peneliti menyerukan langkah-langkah keamanan air yang lebih ketat

Para penulis menyerukan strategi One Health yang terkoordinasi yang menyatukan kesehatan manusia, ilmu lingkungan dan pengelolaan air. Mereka mengatakan pemantauan yang lebih baik, alat diagnostik yang lebih cepat, dan teknologi pengolahan air yang lebih canggih diperlukan untuk mengurangi risiko sebelum infeksi terjadi.

“Amoeba bukan hanya masalah medis atau lingkungan,” kata Shu. “Kedua hal tersebut berada di persimpangan keduanya, dan untuk mengatasinya memerlukan solusi terintegrasi yang melindungi kesehatan masyarakat pada sumbernya.”