Home Olahraga Mengapa Dominik Szoboszlai tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026

Mengapa Dominik Szoboszlai tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026

4
0



Seperti yang sering terjadi di kompetisi ini selama bertahun-tahun, ada beberapa pemain besar yang absen. Untuk Piala Dunia 2026daftar pemain yang absen tidak terlalu panjang berkat penambahan menjadi 48 tim, namun Dominik Szoboszlai tidak berhasil.

Alasan Szoboszlai tidak mengikuti kompetisi ini adalah karena negaranya tidak lolos. Hongaria adalah bagian besar dari olahraga ini pada masa-masa awalnya, dengan beberapa nama yang mudah diingat, namun tidak begitu banyak dalam beberapa tahun terakhir.

Selama kualifikasi UEFA, mereka menempati posisi ketiga di grup mereka di belakang Portugal dan Republik Irlandia. Dengan hanya juara grup yang mendapat tempat langsung dan runner-up mencapai babak playoff, Hongaria tersingkir dari kompetisi setelah kampanye yang sangat buruk.

Sejarah Piala Dunia Hongaria

Di era modern, melihat Hongaria tersingkir dari Piala Dunia setelahnya adalah hal yang wajar mereka belum mampu menghasilkan tim yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhirtanpa lolos sejak 1986. Namun, ini bukanlah keseluruhan kisah negara yang pernah mendominasi olahraga ini.

Gelandang Liverpool tidak mampu mengangkat Hongaria (Jack Thomas/Getty Images)

Jika melihat daftar final sejak dimulainya turnamen pada tahun 1930, Hongaria mungkin adalah negara paling mengejutkan yang tampil di sana mengingat berapa kali mereka gagal lolos dalam beberapa dekade terakhir.

lihat juga

Kesembilan penampilan mereka menunjukkan bahwa mereka tak selalu absen. Selama tahun 1950-an, Hongaria menjadi tim yang paling dominan. Ferenc Puskas menunjukkan bakatnya, namun ia tidak sendirian di skuad Mighty Magyars yang merevolusi cara bermain saat itu.

Performa terbaik

Penampilan terbaik mereka terjadi pada tahun 1954, ketika mereka mencatatkan laju cemerlang yang ditandai dengan kemenangan 8-3 di babak penyisihan grup atas tim kuat Jerman, hanya untuk kalah dari mereka di finall dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang dikenal sebagai “Keajaiban Berne”. Mereka juga menjadi runner-up pada tahun 1938 sebelum kalah 4-2 dari Italia.