Ikon musik Nigeria Davido menggunakan salah satu platform sepak bola terbesar di dunia untuk menyoroti tragedi nasional pada konser hitung mundur Piala Dunia FIFA 2026 di Los Angeles.
Saat para penggemar di acara tersebut merayakan penampilan beberapa bintang musik terbesar dunia menjelang Piala Dunia FIFA 2026, penampilan Davido membawa pesan yang jauh dari sekadar hiburan.
Bintang Afrobeats nominasi Grammy itu tampil mengenakan jaket kulit hitam khusus bertuliskan nama 39 anak sekolah yang diculik dan tujuh guru dari Daerah Pemerintah Daerah Oriire di Negara Bagian Oyo, Nigeria.
Di bagian belakang jaket ada pesan sederhana namun kuat:
“Bawa mereka pulang.”
Tindakan tersebut segera mendapat perhatian di media sosial, dan banyak warga Nigeria yang memuji Davido karena menggunakan panggung dunia untuk meningkatkan kesadaran akan penderitaan para korban.
Sebuah pesan di luar musik
Davido memukau penonton dengan penampilan beberapa hits terbesarnya, termasuk favorit penggemar. Musim gugur Dan Tidak tersediaselama acara FIFA.
Namun jaketnya, bukan musiknya, yang menjadi salah satu topik pembicaraan utama malam itu.
Cuplikan konser tersebut dengan cepat menyebar secara online, memperlihatkan lusinan lencana hijau yang menempel di jaket, masing-masing mewakili salah satu siswa dan guru yang diculik.
Banyak pengamat menggambarkan keputusan tersebut sebagai pengingat bahwa kisah para korban tidak boleh dilupakan meski waktu telah berlalu.
Saat perhatian dunia beralih ke Piala Dunia FIFA 2026, Davido menggunakan acara tersebut untuk menyoroti masalah yang mempengaruhi keluarga-keluarga yang berada ribuan mil jauhnya di Nigeria.
Membawa tragedi lokal ke khalayak global
Konser hitung mundur Piala Dunia FIFA berlangsung sebagai bagian dari perayaan satu tahun dimulainya Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tampil bersama artis internasional, Davido menjadi salah satu atraksi utama yang mewakili Afrika di panggung dunia.
Daripada sekadar membawakan pertunjukan musikal, bintang asal Nigeria ini memilih untuk mengubah kesempatan tersebut menjadi peluang advokasi.
Bagi banyak warga Nigeria, jaket ini merupakan pengingat akan penderitaan yang dialami oleh keluarga-keluarga yang anak-anak dan orang-orang terkasihnya masih menjadi korban penculikan dan ketidakamanan.
Mengapa isyarat itu beresonansi
Sepak bola dan musik telah lama menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu sosial.
Dari kampanye anti-rasisme hingga tujuan kemanusiaan, acara olahraga besar sering kali menyediakan platform untuk menyampaikan pesan-pesan yang lebih dari sekadar olahraga itu sendiri.
Keputusan Davido untuk mengenakan jaket tersebut di acara FIFA mengikuti tradisi tersebut.
Gerakan ini sangat berarti karena dilakukan di hadapan penonton internasional pada acara yang dirancang untuk merayakan kompetisi olahraga paling populer di dunia.
Daripada membiarkan hitungan mundur menuju Piala Dunia hanya tertuju pada sepak bola, Davido memastikan bahwa jutaan orang juga mengingat masalah kemanusiaan yang mempengaruhi keluarga-keluarga di Nigeria.
Momen yang melampaui hiburan
Sebagai antisipasi untuk Piala Dunia FIFA 2026, penampilan Davido akan dikenang tidak hanya karena musiknya tetapi juga karena pesannya.
Penyanyi tersebut berkesempatan menghibur penonton global.
Sebaliknya, dia memilih untuk berbuat lebih banyak.
Dengan mencantumkan nama 39 anak sekolah yang diculik dan tujuh guru di jaketnya dan membawa pesan “Bawa mereka pulang”, Davido mengubah perayaan Piala Dunia menjadi seruan untuk kesadaran, kasih sayang dan tindakan.
Dan bagi banyak warga Nigeria di seluruh dunia, ini mungkin merupakan pertunjukan paling berkesan malam itu.






















