Kembalinya Afrika Selatan ke Piala Dunia FIFA berakhir dengan kekecewaan karena Bafana Bafana menderita kekalahan 2-0 dari tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca.
Gol dari Julián Quiñones dan Raúl Jiménez memberi Meksiko kemenangan bersejarah di pertandingan pembuka turnamen yang diikuti 48 tim tersebut. Meskipun Afrika Selatan menunjukkan tekadnya, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kejatuhannya.
Berikut tiga alasan mengapa tim asuhan Hugo Broos kalah di pertandingan pertamanya.
1. Bermain melawan negara tuan rumah akan selalu sulit
Menghadapi negara tuan rumah di laga pembuka Piala Dunia merupakan salah satu tantangan terberat dalam sepak bola. Meksiko mendapat keuntungan bermain di depan penonton yang penuh semangat di Estadio Azteca yang terkenal, dengan ribuan penggemar bersorak untuk setiap serangan dan menciptakan suasana bermusuhan bagi tim tamu.
Afrika Selatan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pertandingan karena penonton terus-menerus mendukung Meksiko dan memberikan tekanan pada Bafana Bafana. Tuan rumah memanfaatkan energi dari tribun penonton dan dengan cepat mengambil alih kendali pertandingan.
2. Afrika Selatan memulai pertandingan dengan terlalu banyak rasa takut
Pendekatan yang dilakukan pelatih Hugo Broos langsung menimbulkan pertanyaan. Afrika Selatan menggunakan formasi pertahanan 5-3-2, menunjukkan rasa hormat kepada Meksiko tetapi mungkin terlalu menghormati.
Daripada mencoba memaksakan diri pada permainan, Bafana Bafana bertahan dan membiarkan Meksiko mendominasi penguasaan bola. Rencana tersebut menjadi bumerang ketika kesalahan pertahanan memberi Quiñones gol pertama setelah hanya sembilan menit.
Kebobolan begitu cepat menghancurkan rencana permainan Afrika Selatan dan memaksa mereka mengejar permainan yang tampaknya tidak pernah mampu mereka kendalikan.
3. Kartu merah memperburuk situasi
Afrika Selatan sudah mendapat masalah sebelum Yaya Sithole dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-49 setelah menjatuhkan pemain Meksiko sebagai bek terakhir.
Memainkan sepuluh orang melawan tuan rumah akan selalu menjadi tugas besar. Meksiko memanfaatkan ruang ekstra dan akhirnya menggandakan keunggulan mereka melalui Raúl Jiménez.
Keadaan menjadi lebih buruk ketika Themba Zwane menerima kartu merah kedua di penghujung pertandingan, membuat Afrika Selatan hanya memiliki sembilan pemain. Sebuah tim yang memasuki pertandingan dengan hati-hati selalu mengambil risiko menderita setelah kehilangan pemain.
Sebenarnya, skor 2-0 kemungkinan besar menguntungkan Bafana Bafana. Upaya Meksiko membentur tiang dan menciptakan beberapa peluang lain yang bisa membuat kekalahan lebih berat.
Pikiran Terakhir
Meksiko pantas mendapatkan kemenangannya dan membuat sejarah dengan memenangkan pertandingan pembukaan Piala Dunia untuk pertama kalinya. Gol pembuka Quiñones menentukan suasana malam itu, karena kesalahan pertahanan Afrika Selatan, pendekatan yang hati-hati, dan masalah disiplin digabungkan untuk memberi tuan rumah kemenangan yang nyaman.
Jika Bafana Bafana ingin maju di turnamen ini, mereka harus bermain dengan lebih percaya diri dan menghindari kesalahan mahal yang merusak pertandingan pembukaan Piala Dunia mereka.






















