Home Opini Kim dari Korea Utara menegaskan kembali aliansi dengan Rusia melalui suratnya kepada...

Kim dari Korea Utara menegaskan kembali aliansi dengan Rusia melalui suratnya kepada Putin

4
0


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, kiri, dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan di Diaoyutai State Guest House di Beijing pada 3 September.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menjanjikan dukungannya yang teguh kepada Moskow dalam surat ucapan selamat kepada Presiden Vladimir Putin pada Hari Rusia, media pemerintah Pyongyang melaporkan pada hari Jumat.

Kim menyampaikan “ucapan selamat terhangat” kepada Rusia pada Hari Nasionalnya, yang memperingati deklarasi kedaulatan negara Rusia pada tahun 1990, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Hubungan antara kedua negara, tulis Kim, “semakin diperkuat oleh hubungan persaudaraan dan aliansi yang tulus dan setia, membuka babak baru dalam sejarah,” kata laporan itu.

Dia mengaitkan meningkatnya ikatan ini dengan pemenuhan kewajiban kedua belah pihak berdasarkan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditandatangani oleh kedua pemimpin pada pertemuan puncak Pyongyang pada Juni 2024.

“Adalah keinginan saya dan pemerintah Korea Utara untuk sepenuhnya mendukung kebijakan dalam dan luar negeri Moskow dan selalu bergabung dengan Federasi Rusia,” tambahnya. DPRK adalah singkatan dari Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara.

Surat tertanggal 12 Juni itu disampaikan oleh Duta Besar Korea Utara untuk Rusia Sin Hong-chol saat bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, KCNA melaporkan sebelumnya.

Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Pekerja Korea yang berkuasa, menerbitkan surat tersebut di halaman depan edisi Jumat.

Surat kabar tersebut juga menerbitkan artikel yang memperingati Hari Rusia di halaman keenam, yang meliput pembangunan negara di semua sektor, termasuk pertanian dan militer.

Sehari sebelumnya, pejabat kedutaan Rusia di Pyongyang, dipimpin oleh kuasa usaha Vladimir Topekha, meletakkan karangan bunga di Menara Pembebasan, yang menghormati tentara Soviet yang berperang melawan Jepang selama Perang Dunia II. Kedutaan juga mengadakan resepsi untuk memperingati hari raya tersebut, yang dihadiri oleh pejabat Korea Utara, KCNA melaporkan pada hari Jumat.