Home Opini Seorang wanita dari Raipur telah menyelesaikan 19 ujian pemerintah untuk mendapatkan pekerjaan....

Seorang wanita dari Raipur telah menyelesaikan 19 ujian pemerintah untuk mendapatkan pekerjaan. Internet mengatakan jangan mengagungkannya

2
0


Seorang perempuan dari Raipur menjadi pusat perdebatan di media sosial setelah berita kelulusannya dalam 19 ujian rekrutmen pemerintah pusat menjadi viral secara online.

Prestasi tersebut diraih oleh Charu Pandey, seorang kandidat pegawai pemerintah yang perjalanannya selama bertahun-tahun melalui sistem ujian yang sangat kompetitif di India telah menuai kekaguman sekaligus kritik.

Kisahnya mendapat perhatian setelah video yang menyoroti kesuksesannya dibagikan

Meskipun para pendukungnya menggambarkan kesuksesannya sebagai contoh dedikasi yang luar biasa, para kritikus mempertanyakan apakah kelulusan berulang kali dalam ujian perekrutan harus dianggap sebagai tolok ukur keberhasilan.

Sebuah tujuan yang dimulai dengan pekerjaan pemerintah

Menurut pengakuannya, Pandey mulai mempersiapkan ujian rekrutmen pemerintah pada usia 23 tahun.

Saat itu, tujuannya sederhana: mendapatkan pekerjaan tetap di pemerintahan.

Selama bertahun-tahun, ia telah mengikuti berbagai ujian termasuk ujian Gabungan Tingkat Menengah Tinggi (SSC CGL), Gabungan Tingkat Menengah Tinggi (SSC CHSL) dan Staf Multi-tasking (SSC MTS) di Komisi Seleksi Staf. Ia juga lulus ujian yang dilakukan oleh Railway Recruitment Board (RRB), State Bank of India (SBI) dan Institute of Banking Personnel Selection (IBPS).

Baca juga | File UFO: Penyelidik Menemukan Titik Panas yang Berulang di Timur Laut AS

Partisipasinya yang berulang kali dalam beberapa putaran perekrutan akhirnya memungkinkannya lulus 19 ujian pemerintah pusat.

Berbicara kepada ANI, Pandey mengatakan pengakuan yang diterimanya merupakan sesuatu yang tidak pernah ia duga saat memulai perjalanan persiapannya.

“Keluarga saya sangat senang dengan keberhasilan saya. Saya mendapatkan penghargaan karena berhasil menyelesaikan 19 ujian pemerintah pusat. Sejujurnya, saya tidak pernah berpikir saya akan mengikuti begitu banyak ujian, satu-satunya tujuan saya adalah mendapatkan setidaknya satu pekerjaan di pemerintahan.”

Dia juga mengungkapkan bahwa perjalanan kuliahnya awalnya membuat keluarganya mempertimbangkan jalur karier yang berbeda.

Menurut Pandey, orang tuanya mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan atau melanjutkan studi ke universitas karena landasan matematika yang kuat. Namun dia akhirnya memilih untuk fokus pada kompetisi.

Reaksi media sosial: pujian dan kritik

Ketika klip dan postingan tentang pencapaiannya menyebar secara online, pengguna media sosial memberikan pandangan yang sangat kontras.

Banyak yang memuji tekad yang diperlukan untuk berulang kali berkompetisi dalam beberapa ujian rekrutmen terberat di India, di mana lowongan terbatas dan persaingan sering kali diadu dengan ribuan pelamar.

Namun, ada pula yang mempertanyakan apakah kelulusan beberapa ujian harus dirayakan.

Baca juga | Ulasan ‘Main Vaapas Aaunga’: Film skornya tulus tetapi tidak penuh petualangan

Salah satu pengguna berkomentar: “Lulus 19 ujian pemerintah menunjukkan dedikasi, tapi itu bukan prestasi yang harus diagung-agungkan oleh suatu bangsa sebagai simbol kemajuan.” »

Pengguna lain menulis: “Kontribusi luar biasa yang telah diberikan sehingga pantas mendapatkan penghargaan ini. Pengakuan harus didasarkan pada pencapaian dan layanan nyata, bukan hanya hasil ujian.”

Komentar-komentar ini mencerminkan perdebatan yang lebih luas mengenai apakah lulus ujian kompetitif saja harus dianggap sebagai pencapaian publik yang penting.

Pertanyaan tentang bimbingan karir dan peluang

Beberapa pengguna memfokuskan kritik mereka pada apa yang mereka lihat sebagai kurangnya spesialisasi.

Salah satu komentar berbunyi: “Hal bodoh yang dia lakukan adalah berusaha lulus semua ujian pemerintah. Dia tampaknya tidak memiliki minat dalam industri tertentu.”

Ada pula yang menyampaikan kekhawatiran bahwa peluang bagi kandidat lain akan terhambat jika kandidat yang berhasil lulus ujian namun memilih untuk tidak mendaftar.

“Buang-buang kursi, kenapa kosong dan tidak mendaftar. Tidak ada daftar cadangan di sebagian besar ujian,” tulis seorang pengguna.

Baca juga | Trump menuduh Iran berada di balik serangan drone terhadap kapal-kapal India

Reaksi lain lebih langsung: “Jangan mengagungkan Dia.”

Kritik-kritik ini menyoroti kekhawatiran yang sering muncul mengenai ekosistem perekrutan yang kompetitif di India, di mana para kandidat sering mengikuti beberapa ujian secara bersamaan sambil mengevaluasi pilihan karir yang berbeda.