
Ketika Perancis tetap fokus pada tujuan utama mereka berkompetisi di Piala Dunia FIFA 2026 dan mencapai final ketiga berturut-turut, diskusi tentang masa depan juga muncul. Kylian Mbappe mempertimbangkan rumor yang menghubungkan pelatih kepala Didier Deschamps memiliki Italia.
“Saya berharap dia tidak melatih tim nasional lain. Saya terus menekannya tentang hal ini. Saya melihat laporan di Italia, dan itu akan menyakitkan,” Mbappé berkata dengan sangat jujur saat wawancara baru-baru ini dengan M6pada hari-hari sebelumnya Peranciske Amerika Utara 2026.
“Dia pelatih kami, dan dia sangat berarti bagi kami. Banyak tim nasional menginginkannya karena semua yang telah dia capai.“, kata Mbappé dalam wawancara yang sama. “Italia harus mencari orang Italia. Didier orang Prancis, dia milik kita.”
Jauh sebelum turnamen, kami tahu itu pertandingan musim panas ini FIFA turnamen akan menandai bab terakhir Deschamps‘ masa jabatan dengan Perancis. Dia mengambil alih jabatan pelatih kepala pada tahun 2012 dan, setelah 14 tahun bertugas, dia tidak akan memperbarui kontraknya yang akan berakhir setelah Piala Dunia.
Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps merayakannya bersama Kylian Mbappe.
Deschamps berupaya memperpanjang rekornya
Didier Deschamps adalah salah satu individu langka yang memenangkan gelar tersebut Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Dia adalah gelandang tengah untuk tim Prancis yang mengangkat trofi di kandang sendiri pada tahun 1998, bersama bintang-bintang seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry Dan Lilian Thuram, sebelum pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2000.
lihat juga
Kylian Mbappe menuai kritik di Prancis setelah meninggalkan kamp karena Dembele dilaporkan menuntut upaya yang lebih defensif
Sebagai pelatih, Deschamps membawa Prancis meraih gelar juara Rusia 2018 dan di final Qatar 2022di mana mereka kalah dari Argentina melalui adu penalti. Dengan kemenangan kedua ini, ia bergabung dengan grup eksklusif yang terdiri dari tiga kepribadian yang telah memenangkan trofi Piala Dunia di kedua peran tersebut.
Mario Zagallo adalah anggota tim Brasil yang memenangkan turnamen tersebut pada tahun 1958 dan 1962. Ia kemudian melatih tim tersebut untuk meraih gelar Piala Dunia lainnya pada tahun 1970. Franz BeckenbauerSementara itu, meraih trofi bersama Jerman pada tahun 1974 sebagai pemain, kemudian pada tahun 1990 sebagai pelatih.
Selain sudah tergabung dalam grup eksklusif tersebut, Didier Deschamps berpeluang mengambil langkah baru jika menjuarai Piala Dunia 2026. Dia akan menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang memenangkan turnamen dua kali setelahnya Vittorio Pozzoyang mencapai prestasi tersebut bersama Italia pada tahun 1934 dan 1938.
Deschamps punya sejarah di Italia
Italia berada dalam krisis setelah gagal lolos ke Piala Dunia ketiga berturut-turut. Jadi wajar jika mereka mencari salah satu pelatih internasional paling sukses di generasinya, Deschamps. Tapi ada juga alasan lain.
Pelatih asal Prancis itu juga punya pengalaman luas di Italia. Dia bermain untuk Juventus dari tahun 1994 hingga 1999, memenangkan 10 trofi, termasuk Liga Champions UEFA 1995-96. Dia kemudian memimpin klub dari tahun 2006 hingga 2007, membukukan persentase poin sebesar 69,7% selama masa jabatannya.






















