Home Opini Suplemen otak yang populer ini dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih pendek...

Suplemen otak yang populer ini dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih pendek pada pria

4
0


Asam amino umum yang ditemukan dalam makanan kaya protein dan banyak suplemen kesehatan otak mungkin memiliki hubungan yang tidak terduga dengan umur panjang, menurut penelitian baru.

Para ilmuwan melaporkan dalam jurnal Penuaan-Amerika Serikat meneliti apakah dua asam amino, fenilalanin dan tirosin, dapat mempengaruhi berapa lama orang hidup (umur hidup). Temuan mereka menunjukkan bahwa kadar tirosin darah yang lebih tinggi dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih pendek pada pria, sehingga menimbulkan pertanyaan baru tentang peran nutrisi ini dalam penuaan.

Penelitian ini dipimpin oleh Jie V. Zhao, Yitang Sun, Junmeng Zhang dan Kaixiong Ye dari Universitas Hong Kong dan Universitas Georgia.

Apa itu fenilalanin dan tirosin?

Asam amino sering digambarkan sebagai bahan penyusun protein. Tubuh menggunakannya untuk membuat dan memperbaiki jaringan, memproduksi enzim, dan mendukung fungsi biologis yang tak terhitung jumlahnya.

Fenilalanin dan tirosin adalah dua asam amino yang membantu mengatur metabolisme dan aktivitas otak. Mereka terjadi secara alami di banyak makanan, termasuk daging, ikan, telur, susu, dan sumber kaya protein lainnya. Mereka juga tersedia dalam suplemen makanan yang dipasarkan untuk energi, konsentrasi dan kinerja kognitif.

Tirosin sangat terkenal karena membantu tubuh memproduksi neurotransmiter seperti dopamin, norepinefrin, dan epinefrin. Pembawa pesan kimiawi ini memainkan peran penting dalam suasana hati, perhatian, motivasi, memori, dan respons tubuh terhadap stres.

Karena fungsinya ini, tirosin semakin menarik minat para peneliti untuk mempelajari penuaan, kesehatan otak, dan umur.

Sebuah penelitian menganalisis lebih dari 270.000 orang

Untuk menentukan apakah asam amino ini mempengaruhi umur panjang, para peneliti menganalisis informasi kesehatan dan genetik dari lebih dari 270.000 peserta yang terdaftar di UK Biobank, salah satu database kesehatan jangka panjang terbesar di dunia.

Tim menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pertama, mereka menguji hubungan yang diamati antara kadar asam amino dan kematian. Mereka juga menggunakan teknik yang disebut pengacakan Mendelian, sebuah metode genetik yang membantu para ilmuwan menentukan apakah suatu hubungan yang diamati mungkin mencerminkan hubungan sebab-akibat, bukan sekadar kebetulan.

Kombinasi ini memungkinkan para peneliti untuk melihat lebih dari sekedar korelasi dan mendapatkan bukti yang lebih kuat tentang apakah kadar asam amino dapat mempengaruhi umur secara langsung.

Tirosin telah muncul sebagai potensi risiko umur panjang

Sekilas, fenilalanin dan tirosin tampaknya dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Namun, setelah memperhitungkan faktor-faktor tambahan dan melakukan analisis yang lebih rinci, hanya tirosin yang terus menunjukkan hubungan yang konsisten dengan umur.

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar tirosin yang lebih tinggi dapat berkontribusi terhadap berkurangnya harapan hidup pada pria.

Berdasarkan analisis genetik, para peneliti memperkirakan bahwa kadar tirosin yang tinggi dapat memperpendek umur pria hingga hampir satu tahun.

Perempuan tidak menunjukkan pola yang sama. Studi ini tidak menemukan hubungan signifikan antara kadar tirosin dan umur peserta perempuan.

Para peneliti juga mencatat bahwa pria umumnya memiliki tingkat tirosin lebih tinggi dibandingkan wanita, yang mungkin menjelaskan perbedaan rata-rata umur antara kedua jenis kelamin.

“Phenylalanine tidak menunjukkan hubungan dengan umur pria atau wanita setelah mengendalikan tirosin.”

Mengapa tirosin dapat mempengaruhi penuaan?

Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti bagaimana tirosin dapat mempengaruhi umur, namun beberapa kemungkinan telah muncul.

Salah satu penjelasan potensial adalah resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Resistensi insulin dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan yang berkaitan dengan usia, termasuk diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan gangguan metabolisme.

Tirosin juga dapat mempengaruhi produksi neurotransmitter yang terlibat dalam respons tubuh terhadap stres. Seiring waktu, gangguan pada sistem ini berpotensi mempengaruhi kesehatan dan penuaan dalam jangka panjang.

Para peneliti menduga bahwa jalur hormonal juga mungkin berperan. Karena jalur biologis ini mungkin berfungsi secara berbeda pada pria dan wanita, hal ini dapat membantu menjelaskan mengapa efek nyata pada umur hanya terlihat pada pria.

Apa artinya ini bagi suplemen?

Tirosin sering dipasarkan sebagai suplemen yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kinerja mental, dan kewaspadaan, terutama selama situasi stres.

Namun, temuan baru ini menunjukkan bahwa mungkin ada lebih banyak hal yang perlu diperhatikan ketika mempertimbangkan kesehatan jangka panjang.

Penting untuk dicatat bahwa para peneliti tidak secara langsung memeriksa suplemen tirosin atau menguji apakah mengonsumsi suplemen tirosin memperpendek umur. Sebaliknya, penelitian ini berfokus pada kadar alami asam amino ini dalam darah dan bagaimana kadar tersebut dikaitkan dengan umur panjang.

Oleh karena itu, hasil ini tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti bahwa suplemen tirosin berbahaya. Meskipun demikian, mereka berpendapat bahwa peningkatan kadar tirosin mungkin memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Para peneliti mencatat bahwa strategi diet seperti mengurangi asupan protein secara keseluruhan dapat membantu mengurangi kadar tirosin. Penelitian di masa depan akan diperlukan untuk menentukan apakah pendekatan tersebut dapat secara aman meningkatkan penuaan dan umur yang sehat.

Penelitian lebih lanjut diperlukan

Meskipun penelitian ini memberikan beberapa bukti terkuat yang menghubungkan tirosin dengan umur panjang, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Para ilmuwan perlu mengkonfirmasi hasil pada populasi tambahan dan lebih memahami mekanisme biologis yang terlibat. Para peneliti juga berharap untuk mengetahui apakah pola makan, perubahan gaya hidup, atau intervensi lain dapat dengan aman mengurangi kadar tirosin dan berpotensi mendorong penuaan yang lebih sehat.

Untuk saat ini, penelitian ini menyoroti kemungkinan yang menarik: Nutrisi yang terkenal untuk mendukung kimia otak mungkin juga memiliki hubungan yang tidak terduga dengan berapa lama seseorang bisa hidup.