Home Opini Para Ilmuwan Baru Saja Menemukan Kelemahan Tersembunyi dalam Bahan Kimia yang Abadi

Para Ilmuwan Baru Saja Menemukan Kelemahan Tersembunyi dalam Bahan Kimia yang Abadi

3
0


PFAS, yang secara luas dikenal sebagai “bahan kimia selamanya,” adalah salah satu polutan paling membandel yang dihadapi para ilmuwan saat ini. Karena senyawa ini sangat stabil, senyawa ini dapat bertahan dalam persediaan air, ekosistem, dan bahkan dalam tubuh manusia selama beberapa dekade. Kegigihan mereka telah membuat kontaminasi PFAS menjadi masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di seluruh dunia.

Kini, para peneliti telah menemukan petunjuk penting yang dapat membantu meningkatkan upaya menghilangkan bahan kimia tersebut.

Indeks baru dalam perjuangan melawan polusi PFAS

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa PFAS dapat dipecah menggunakan cahaya terang tanpa memerlukan bahan kimia tambahan. Lebih penting lagi, para peneliti mengidentifikasi proses utama yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Tim menemukan bahwa radikal hidrogen, partikel sangat reaktif yang dihasilkan oleh air ketika terkena sinar ultraviolet (UV), memainkan peran penting dalam menghancurkan molekul PFAS.

Temuan ini menantang gagasan sebelumnya tentang bagaimana degradasi PFAS terjadi. Penelitian sebelumnya sebagian besar berfokus pada spesies reaktif lainnya sebagai pendorong utama proses ini. Dengan mengidentifikasi radikal hidrogen sebagai kekuatan dominan, para ilmuwan kini memiliki gagasan yang lebih jelas tentang kimia yang terlibat.

Pemahaman ini penting karena mengetahui secara pasti penyebab rusaknya PFAS dapat membantu peneliti mengembangkan teknologi pengobatan yang lebih efektif.

Bagaimana Radikal Hidrogen Mengurai Bahan Kimia Selamanya

Radikal hidrogen sangat reaktif dan mampu menyerang molekul PFAS. Selama proses tersebut, mereka secara bertahap menghilangkan atom fluor, memecah senyawa menjadi zat yang lebih kecil dan kurang persisten di lingkungan.

Para peneliti juga menemukan bahwa reaksi tersebut bekerja paling baik di bawah sinar UV berenergi tinggi, khususnya pada panjang gelombang di bawah 300 nanometer.

Menurut Associate Professor Zongsu Wei dari Aarhus University, yang memimpin penelitian ini, penemuan ini menawarkan wawasan berharga untuk perkembangan teknologi di masa depan:

“Kita tahu bahwa PFAS sangat stabil karena ikatan karbon-fluor yang kuat, dan memutus ikatan ini adalah tantangan utamanya. Dengan mengidentifikasi radikal hidrogen sebagai faktor dominan, kita sekarang memiliki arah yang lebih jelas tentang bagaimana merancang teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk benar-benar menghancurkan bahan kimia ini, bukan hanya menghilangkannya,” katanya.

Peralihan dari penghapusan PFAS ke penghancuran PFAS

Wei mencatat bahwa banyak pendekatan yang ada saat ini tidak benar-benar menyelesaikan masalah PFAS. Sebaliknya, mereka sering memindahkan bahan kimia tersebut dari satu tempat ke tempat lain.

“Saat ini, banyak teknologi yang dapat menyaring PFAS dari air, namun tidak menghilangkannya. Tujuan sebenarnya adalah degradasi: menghancurkan molekul secara menyeluruh. Memahami mekanisme ini sangat penting jika kita ingin mencapai hal ini dengan cara yang ramah lingkungan dan terukur.”

Para peneliti mengingatkan bahwa temuan baru ini bukanlah solusi instan. Proses degradasi masih relatif lambat dan senyawa antara dapat terbentuk ketika bahan kimia terurai.

Meskipun demikian, identifikasi faktor pendorong utama reaksi ini menunjukkan kemajuan yang penting. Penemuan ini memberikan para ilmuwan informasi penting yang dapat membantu mempercepat pengembangan teknologi pengobatan PFAS yang lebih efektif.

Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan beberapa polutan yang paling persisten di dunia mungkin rentan ketika para peneliti memahami kandungan kimianya dengan cukup baik sehingga dapat langsung menargetkannya.

Apa itu PFAS?

  • PFAS (zat per dan polifluoroalkil) adalah kelompok besar bahan kimia sintetis yang digunakan sejak tahun 1940an.
  • Bahan ini ditemukan pada produk-produk seperti pakaian tahan air, kemasan makanan, busa pemadam kebakaran, dan peralatan masak anti lengket.
  • Bahan kimia ini sering disebut sebagai “bahan kimia selamanya” karena terurai sangat lambat di lingkungan.
  • PFAS dapat terakumulasi di air, tanah, satwa liar, dan manusia
  • Paparan telah dikaitkan dengan masalah kesehatan termasuk kanker, kerusakan hati dan gangguan hormonal.
  • Kebanyakan teknologi pengolahan air yang ada dapat menghilangkan PFAS namun tidak menghancurkannya