Home Opini Pesan dari luar bumi mungkin telah mencapai Bumi tanpa kita sadari

Pesan dari luar bumi mungkin telah mencapai Bumi tanpa kita sadari

3
0


Sebuah studi baru dari SETI Institute menunjukkan bahwa pencarian kecerdasan luar angkasa mungkin menghadapi tantangan yang tidak terduga. Aktivitas bintang yang membentuk kondisi di sekitar planet jauh juga dapat membuat sinyal radio luar bumi lebih sulit dideteksi.

Banyak upaya SETI mencari sinyal radio yang sangat sempit karena kecil kemungkinannya dihasilkan oleh proses kosmik alami. Namun, para peneliti telah menemukan bahwa sinyal-sinyal ini dapat terdistorsi bahkan sebelum mereka meninggalkan sistem bintang asalnya.

Bagaimana aktivitas bintang dapat mendistorsi sinyal radio

Selama beberapa dekade, para ilmuwan SETI telah mencari puncak frekuensi radio yang sempit yang dapat mengindikasikan adanya teknologi maju. Hipotesisnya adalah bahwa pemancar luar angkasa akan menghasilkan sinyal yang sangat terkonsentrasi yang menonjol dibandingkan kebisingan latar belakang alami.

Penelitian baru menyoroti potensi masalah dengan pendekatan ini. Sekalipun suatu peradaban mengirimkan sinyal radio yang sangat sempit, sinyal tersebut mungkin tidak lagi tampak seperti itu setelah melewati lingkungan sekitar bintangnya.

Para ilmuwan telah memperhitungkan banyak efek yang terjadi ketika gelombang radio melewati ruang antarbintang. Penelitian ini malah mengamati apa yang terjadi lebih dekat dengan sumber sinyal. Fluktuasi kepadatan plasma dalam angin bintang, serta peristiwa ledakan seperti lontaran massa koronal, dapat mengubah gelombang radio yang mendekati asalnya. Efek ini dapat menyebarkan energi sinyal pada rentang frekuensi yang lebih luas, sehingga melemahkan puncak tajam yang menjadi sandaran banyak metode penelitian.

“Penelusuran SETI sering kali dioptimalkan untuk sinyal yang sangat sempit. Jika suatu sinyal diperluas oleh lingkungan bintangnya sendiri, sinyal tersebut akan berada di bawah ambang batas deteksi kami meskipun sinyal tersebut ada, yang berpotensi membantu menjelaskan beberapa kesunyian radio yang telah kami amati dalam penelusuran tanda tangan teknologi,” kata Dr. Vishal Gajjar, astronom di SETI Institute dan penulis utama makalah ini.

Menggunakan sinyal pesawat ruang angkasa untuk mempelajari efeknya

Untuk mengukur signifikansi perluasan ini, para peneliti beralih ke sumber data yang lebih dekat dengan bumi: transmisi radio dari pesawat ruang angkasa yang beroperasi di tata surya kita.

Dengan menggunakan pengamatan dari wahana tata surya, tim mengkalibrasi bagaimana turbulen plasma mempengaruhi sinyal radio pita sempit. Mereka kemudian menerapkan pengukuran ini ke berbagai lingkungan bintang untuk memperkirakan bagaimana proses yang sama dapat mempengaruhi sinyal dari bintang lain.

Hasilnya adalah kerangka kerja praktis yang memungkinkan para ilmuwan memperkirakan tingkat perluasan sinyal di sekitar berbagai jenis bintang dan pada frekuensi pengamatan yang berbeda, khususnya di lingkungan “cuaca luar angkasa” aktif yang ditemukan di sekitar beberapa bintang.

Implikasinya terhadap pencarian kecerdasan luar bumi

Hasilnya dapat mempengaruhi pemilihan target SETI dan strategi pencarian. Menurut penelitian tersebut, bintang katai M, yang merupakan 75% dari seluruh bintang di Bima Sakti, kemungkinan besar akan memperluas sinyal radio pita sempit sebelum mereka dapat keluar dari sistem.

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan bahwa penelitian di masa depan harus tetap peka terhadap sinyal yang lebih luas dibandingkan tanda tangan ultra-sempit yang biasanya ditargetkan oleh program SETI.

“Dengan mengukur bagaimana aktivitas bintang dapat membentuk kembali sinyal pita sempit, kita dapat merancang penelitian yang lebih sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi di Bumi, bukan hanya apa yang mungkin ditransmisikan,” kata Grayce C. Brown, rekan penulis studi dan asisten peneliti di SETI Institute.

Proyek ini menyoroti jenis penelitian berisiko tinggi dan berdampak tinggi yang didukung oleh program Dukungan Teknologi, Penelitian, Inovasi, Pengembangan, dan Pendidikan (STRIDE) SETI Institute. Inisiatif ini membantu para peneliti mempelajari pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang muncul dan mengembangkan alat dan teknik baru untuk menjawabnya. STRIDE didanai oleh Franklin Antonio Bequest, yang didirikan untuk memajukan upaya ilmiah dan pendidikan inovatif dari SETI Institute.