Home Opini Analisis: Turki muncul tanpa cedera akibat perang di Iran

Analisis: Turki muncul tanpa cedera akibat perang di Iran

3
0


Ketika Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, para pejabat Turki justru berada di pinggir lapangan.

Upaya mereka yang berulang kali untuk mencegah perang terbukti tidak berhasil, dan suasana di Ankara adalah bahwa Trump lebih memilih saran dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu daripada saran dari para pemimpin Turki.

Namun tiga bulan kemudian, Trump kembali menyebut Turki, bersama Pakistan dan Qatar, sebagai salah satu negara yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap tercapainya nota kesepahaman dengan Iran. Dia juga mengambil sikap yang semakin agresif terhadap Israel.

Pada hari Minggu, Teheran dan Washington mencapai kesepakatan yang akan memperpanjang gencatan senjata antara kedua belah pihak selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz, yang diblokir Iran ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang.

Para pejabat Turki, yang berbicara kepada Middle East Eye minggu ini, memperingatkan bahwa nota kesepahaman tersebut hanyalah langkah pertama menuju penyelesaian perselisihan AS-Iran dan hanya akan mengurangi tekanan pada Selat Hormuz.

Baca selengkapnya: Analisis: Turki muncul tanpa cedera akibat perang Iran

“Orang-orang Turki kini ahli dalam mengubah krisis regional menjadi peluang bagi diri mereka sendiri,” kata seorang diplomat Eropa (AFP).