Pengunjung internasional mengambil foto di distrik perbelanjaan Myeong-dong yang ramai di pusat kota Seoul pada 9 Juni.
Pengeluaran wisatawan asing di Korea memecahkan rekor sejarah, melampaui angka 2 triliun won ($1,3 miliar) untuk pertama kalinya dalam satu bulan.
Menurut data yang dianalisis oleh Organisasi Pariwisata Korea, pengunjung internasional menghabiskan 2,12 triliun won di Korea melalui kartu kredit pada bulan Mei lalu. Angka ini merupakan peningkatan besar sebesar 67,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandai tingkat pertumbuhan tertinggi yang pernah terjadi di negara ini sejak tahun 2023. Pertumbuhan eksplosif ini disebabkan oleh gelombang besar pengunjung asal Tiongkok, yang penggunaan kartunya meroket lebih dari 200% dari tahun ke tahun.
Namun, para analis mengatakan kenyataannya adalah kebiasaan wisatawan terpecah secara tajam, dengan pengunjung yang lebih muda mengejar tren gaya hidup lokal sementara wisatawan lain, terutama asal Tiongkok, fokus membeli barang-barang mewah kelas atas.
Bagi generasi muda, pariwisata telah berevolusi dari sekedar mengunjungi monumen tradisional menjadi meniru rutinitas sehari-hari masyarakat Seoul. Di gang-gang trendi Seongsu-dong dan distrik perbelanjaan Myeong-dong, fesyen “gorpcore” – seni mengubah perlengkapan hiking luar ruangan menjadi pakaian jalanan – mendorong peningkatan penjualan pakaian olahraga sebesar 84,5 persen. Wisatawan muda mengantri untuk mendesain sepatu kets khusus di “Nike By You” di Myeong-dong dan mencari merchandise karakter edisi terbatas, sehingga mendorong penjualan mainan dan hiburan naik 191 persen.
Bahkan apotek pun menjadi hotspot.
Peningkatan besar-besaran dalam belanja apotek sebesar 206% menunjukkan adanya jalur baru yang sangat spesifik: Wisatawan mengunjungi klinik dermatologi setempat untuk perawatan kulit, kemudian pergi ke apotek untuk membeli krim perbaikan kulit berkualitas medis.
Sementara itu, wisatawan paling dinamis beroperasi pada skala yang berbeda, berpindah secara agresif ke lingkungan mewah.
Di distrik Cheongdam-dong yang makmur di Seoul selatan, penjualan jam tangan dan perhiasan melonjak 135 persen. Rata-rata transaksi dalam kategori ini mencapai 12,15 juta won, terutama didorong oleh pembeli Tiongkok yang ingin mengatasi kekurangan inventaris global. Entah mereka membeli sepatu kets edisi terbatas atau jam tangan seharga jutaan won, wisatawan di seluruh dunia paham akan satu hal: Korea bukan lagi sekedar tujuan wisata, namun sudah menjadi arena ritel.
Artikel ini diterbitkan dengan bantuan AI generatif dan diedit oleh The Korea Times.






















