Amerika Serikat sedang mempertimbangkan perubahan pada kehadiran militernya di Timur Tengah, terutama karena serangan Iran terhadap pangkalannya di negara-negara Teluk, menurut sebuah laporan.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa para pejabat AS sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jejak militer di Kuwait dan Arab Saudi sambil membangun kembali fasilitas angkatan laut Bahrain setelah kerusakan signifikan, sebuah keputusan yang belum diumumkan oleh Pentagon.
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah merelokasi beberapa pangkalan dan operasi AS ke Israel, lapor surat kabar tersebut.
Markas komando dan setidaknya selusin bangunan lainnya terkena dampak paling parah, tambah laporan itu, mengutip personel aktif dan mantan militer AS, analisis citra satelit, dan citra media sosial.
Hal ini menyebabkan penilaian ulang terhadap kerentanan pangkalan Amerika dalam jangkauan rudal dan drone Iran.






















