Keputusan pemerintah Israel pada hari Minggu untuk secara resmi mengakui genosida Armenia mendapat kecaman yang jarang terjadi dari Azerbaijan, sekutu dekat Israel.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan menyebut pengakuan tersebut sebagai “distorsi fakta sejarah” dan “pengurangan isu sejarah yang kompleks menjadi sebuah keputusan politik.”
Dia meminta pemerintah Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang “tidak dapat diterima” ini.
Turki, dalam pernyataan terpisah pada Minggu, mengatakan tindakan Israel adalah cara yang tepat untuk mengalihkan opini publik dari fakta bahwa Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat Israel lainnya atas dugaan kejahatan di Gaza.
Azerbaijan dan Israel menjalin hubungan dekat, dan Baku adalah salah satu pemasok minyak utama Israel, sementara Israel menjual senjata canggih kepada pemerintah Azerbaijan.
Turki dan Azerbaijan juga menganggap satu sama lain sebagai sekutu dekat. Berdasarkan Deklarasi Shusha 2021, kedua belah pihak wajib saling mendukung jika salah satu diserang oleh pihak asing.
Tahun lalu, Baku berupaya meredakan ketegangan antara Turki dan Israel terkait Suriah dan Gaza dengan menjadi tuan rumah pembicaraan antara kedua pihak.
Baca selengkapnya: Azerbaijan mengeluarkan teguran yang jarang terjadi kepada sekutu utamanya Israel setelah pengakuan genosida di Armenia






















