Pelatih Belanda Ronald Koeman mengatakan “memalukan” pertandingan sistem gugur mereka melawan Maroko akan berlangsung di babak 16 besar.
Keduanya berhadapan di Estadio Monterrey setelah Belanda memuncaki Grup F dengan kemenangan atas Tunisia, sementara Maroko finis kedua di Grup C dengan kemenangan 4-2 atas Haiti di laga terakhir grup.
Ini akan menjadi kali kedua Belanda dan Maroko bertemu di Piala Dunia, dimana Belanda menang 2-1 di laga penyisihan grup tahun 1994 berkat gol Dennis Bergkamp dan Bryan Roy.
Belanda telah lolos dalam tujuh dari 10 pertandingan sistem gugur Piala Dunia terakhir mereka sejak 2010, meskipun tiga dari lima pertandingan terakhir mereka harus melalui adu penalti. Terakhir mereka melihat mereka kalah adu penalti 4-3 dari Argentina di perempat final 2022.
Koeman mewaspadai ancaman yang ditimbulkan Maroko, dengan mengatakan kedua tim seharusnya bertemu nanti di turnamen.
“Sangat disayangkan pertandingan sudah terlanjur terjadi, karena kami adalah dua tim yang biasanya bisa lolos di turnamen,” kata Koeman.
“Kalau kalah ya pulang, tapi itu juga berlaku untuk tim lawan. Sekarang kami sadar itu KO.
“Mereka punya tim ofensif yang hebat, tapi Maroko juga punya titik lemah. Mereka juga memberikan ruang. Dengan kualitas serangan balik kami, kami bisa menghukumnya.”
Saatnya Knockout! #NothingLikeOranje #FIFAWorldCup #NEDMAR pic.twitter.com/v4HG9TtuW8
–OnsOranje (@OnsOranje) 29 Juni 2026
Maroko adalah negara Afrika ketiga yang mencapai babak 16 besar Piala Dunia berturut-turut, setelah Nigeria (1994 dan 1998) dan Ghana (2006 dan 2010).
Atlas Lions finis keempat di Piala Dunia 2022 setelah menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal.
Pelatih kepala Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak kekurangan motivasi saat mereka berusaha mengamankan kemenangan sebelum memulai babak 16 besar.
“Ini pertandingan Piala Dunia keempat kami, ini pertandingan sistem gugur,” kata Ouahbi.
“Dalam tiga pertandingan pertama kami menunjukkan bahwa kami bisa menangani lawan kami dengan sangat baik. Mereka memberi kami tantangan berbeda, yang memaksa kami mencari solusi berbeda.
“Saya sangat yakin bahwa motivasi terbesar yang kami miliki, yaitu para pemain, adalah mengenakan seragam ini dan mewakili negara ini.
“Saya yakin dengan motivasi ini saja kita bisa memindahkan gunung.”






















