Ketua Menteri Delhi Rekha Gupta pada hari Sabtu (4 Juli) memerintahkan penarikan tindakan bekerja dari rumah (WFH) dan mengatur waktu untuk bekerja di kantor-kantor pemerintah. Dengan mempertimbangkan normalisasi situasi geopolitik dan dimulainya kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz, pemerintah negara bagian memutuskan untuk membatalkan langkah-langkah penghematan yang diterapkan pada bulan Mei untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Kantor Ketua Menteri Delhi mengatakan, “Sekarang situasi geopolitik hampir normal, Ketua Menteri Rekha Gupta telah menyetujui penghentian kerja dari rumah pada hari Rabu dan Sabtu. »
Dia menambahkan, “Perintah akan dikeluarkan hari ini. Dan jadwal GNCTD yang diubah telah direvisi dari jam 10 pagi menjadi 6:30 pagi dan untuk MCD akan tetap sama, dari jam 8:30 pagi sampai jam 5 sore.”
Sejak dimulainya perang antara Amerika Serikat dan Iran pada tanggal 28 Februari, kekurangan energi global telah mewabah. Untuk mengatasi situasi krisis energi, Perdana Menteri Narendra Modi menghimbau warga negaranya untuk mendukung ketahanan ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian global terkait konflik di Asia Barat.
Apa yang berubah dan apa yang tetap sama
Sebelumnya, pegawai pemerintah diharuskan bekerja dua hari dari rumah setiap minggunya. Arahan terbaru ini mencakup dimulainya kembali mode offline bagi pegawai pemerintah dan penarikan pekerjaan dari rumah pada hari Rabu dan Sabtu. Perintah resmi mengenai perubahan kebijakan WFH diperkirakan akan keluar hari ini, ANI dilaporkan. Pemerintah Delhi juga telah merevisi jam kerja Pemerintah Wilayah Ibu Kota Nasional Delhi (GNCTD), yang menurutnya jam kerja sekarang adalah dari pukul 10:00 hingga 18:30.
Sementara itu, kantor Perusahaan Kota Delhi (MCD) akan mengikuti waktu yang sama dan mulai beroperasi pada pukul 08:30 dan berakhir pada pukul 17:00.
Berdasarkan peraturan sebelumnya, para menteri dan pejabat senior didorong untuk menggunakan transportasi umum pada hari Senin. Inisiatif “Metro Monday” adalah bagian dari tindakan administratif yang bertujuan untuk mengurangi polusi, mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi konsumsi bahan bakar.
Selain itu, pemerintah mengumumkan pembekuan satu tahun pada semua kunjungan resmi menteri dan pejabat ke luar negeri. Mulai dari mendesak warga untuk memperingati ‘Hari Bebas Kendaraan’ setiap minggu hingga memberlakukan larangan enam bulan terhadap pembelian kendaraan berbahan bakar bensin, solar, CNG atau hibrida untuk pemerintah Delhi, langkah-langkah penghematan dan penghematan bahan bakar ini telah diterapkan oleh pemerintah negara bagian.
Untuk mengurangi kebutuhan transportasi, ia juga mendorong lembaga pendidikan memaksimalkan audiensi dan perkuliahan secara daring. Dengan situasi yang kini dianggap stabil, pemerintah tentu saja memutuskan untuk mengembalikan operasional kantor normal, namun akan mengembalikan karyawan ke kantor, namun kelanjutan format jam kerja yang terhuyung-huyung akan membantu mengatur lalu lintas perkotaan.






















