Home Opini Ledakan mengguncang Damaskus di dekat hotel Macron saat ia bertemu Ahmad al-Sharaa...

Ledakan mengguncang Damaskus di dekat hotel Macron saat ia bertemu Ahmad al-Sharaa dari Suriah; 4 terluka

3
0


Dua ledakan mengguncang ibu kota Suriah, Damaskus pada hari Selasa, bahkan ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, dalam kunjungan bersejarah, melukai sedikitnya empat orang, PTI melaporkan, mengutip media pemerintah Suriah.

Menurut laporan itu, Macron memasuki istana presiden untuk bertemu dengan al-Sharaa ketika ledakan terjadi di dekat Hotel Four Seasons, tempat presiden Prancis dilaporkan menginap. Pihak berwenang Suriah tidak segera mengomentari insiden tersebut. Kantor kepresidenan Prancis, dikutip PTI, mengatakan Macron aman dan pertemuannya dengan al-Sharaa berlanjut tanpa gangguan.

Macron adalah pemimpin besar Barat pertama yang mengunjungi Suriah sejak Al-Sharaa berkuasa, dan kunjungan tersebut dilakukan menjelang KTT NATO di Ankara, Turki, yang diperkirakan akan segera dihadiri oleh Macron. Dia tiba di Suriah pada Senin malam bersama delegasi ekonomi dan diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman dengan al-Sharaa seiring negara yang dilanda perang tersebut berupaya menarik investasi asing. Dia juga memainkan peran penting dalam mendorong Eropa dan Amerika Serikat untuk mencabut sebagian besar sanksi terhadap Suriah, kata laporan itu.

Baca juga | Pembaruan Kuartal 1 Nykaa Menambah Kilau pada Kisah Pertumbuhannya

Ledakan yang disebabkan oleh alat peledak, kata pejabat keamanan

Mengutip seorang pejabat keamanan yang tidak disebutkan namanya, televisi pemerintah melaporkan bahwa dua ledakan di jantung ibu kota tersebut disebabkan oleh alat peledak, satu di tempatkan di tempat sampah dan satu lagi di dalam mobil yang diparkir. Empat orang terluka, termasuk beberapa petugas polisi, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, menurut laporan itu. Investigasi sedang dilakukan di lokasi.

Kepulan asap besar terlihat mengepul dari lokasi yang terletak di jalan ramai dekat markas Kementerian Pariwisata dan Museum Nasional di Damaskus. Gambar yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan sebuah van dan sepeda motor terbakar, serta noda darah di jalan. PTI dilaporkan. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah sebuah alat peledak meledak di sebuah kafe dekat Istana Kehakiman di Damaskus, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 20 orang.

Ledakan baru ini menandai kemunduran bagi kelompok al-Sharaa, yang merebut kekuasaan setelah memimpin pemberontakan yang menggulingkan Bashar al-Assad pada tahun 2024. Sejak itu, kelompok tersebut berupaya untuk mengkonsolidasikan kendali dan menstabilkan negara yang dilanda perang, meyakinkan komunitas minoritas yang waspada terhadap pemerintahan yang dipimpin kelompok Islam, dan meyakinkan pemerintah Barat yang dulu skeptis terhadap kepemimpinan kelompok Hayat Tahrir al-Sham di masa lalu, yang terkait dengan al-Qaeda. Pemerintahannya telah menjanjikan reformasi politik dan ekonomi besar-besaran setelah beberapa dekade pemerintahan otokratis, kata PTI.

Meskipun para pemimpin baru Suriah telah bergulat dengan kekerasan sporadis yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata ketika mereka berusaha untuk menegaskan otoritas mereka di dalam negeri, ibu kota Suriah sebagian besar tetap damai selama masa transisi.

Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa konflik Suriah yang telah berlangsung hampir satu setengah dekade telah menewaskan hampir setengah juta orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi. Meskipun ada janji investasi skala besar dari negara dan perusahaan lain, negara ini masih membutuhkan ratusan miliar dolar untuk membangun kembali infrastrukturnya dan mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan. Sebelum tiba di istana presiden, Macron bertemu dengan anggota masyarakat sipil Suriah, tanpa diungkapkan rincian lebih lanjut. PTI dilaporkan.