Home Ekonomi Pria Rusia melaporkan dugaan penculikan di Bali

Pria Rusia melaporkan dugaan penculikan di Bali

3
0


BADUNG, Bali — Seorang pria Rusia melapor ke polisi Bali bahwa dia diculik, diserang dan dipaksa untuk menyerahkan akses ke akun mata uang kripto miliknya selama 30 jam di Bali selatan.

Korban berusia 41 tahun, yang diidentifikasi hanya dengan inisial AI, mengatakan kepada penyelidik bahwa insiden tersebut dimulai setelah dia selesai bekerja di restoran Hedonist pada malam tanggal 2 Juli.

Menurut Juru Bicara Polda Bali Kompol Ariasandy, korban mengatakan ada kendaraan berwarna hitam menghalangi jalannya di Jalan Uluwatu sekitar pukul 21.35. Dua pria bertopeng kemudian diduga memaksanya masuk ke dalam kendaraan.

Kedua tersangka bertopeng memborgol korban dengan tali plastik dan menutup kepala, kata Ariasandy dalam keterangannya, Kamis.

Korban mengatakan kepada polisi bahwa dia dibawa ke gedung berlantai dua dan ditahan di ruangan yang menyerupai sel penjara selama sekitar 30 jam. Selama ini, dia mengaku berulang kali dipukul dan ditendang saat tersangka meminta kata sandi akun cryptocurrency miliknya.

Polisi mengatakan para tersangka juga diduga mengambil ponsel korban dan kunci vilanya sebelum memasuki properti dan menyita telepon lain yang diyakini berisi kredensial yang terkait dengan akun mata uang kripto milik korban.

Korban mengatakan dia keluar dari rumah sakit Universitas Udayana di Jalan Prabu Udayana di Jimbaran sekitar jam 4 pagi pada tanggal 4 Juli. Dia kemudian mencari perawatan di unit gawat darurat rumah sakit tersebut.

Korban ditinggalkan di dekat RSUD Udayana dan langsung dirawat di IGD, kata Ariasandy.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Petugas sedang menganalisis data lokasi ponsel dan meninjau rekaman CCTV dari lokasi dugaan penculikan itu terjadi.

“Kami masih mendalami hal tersebut. Kami akan memberikan perkembangan terkini seiring berjalannya penyelidikan,” kata Ariasandy.

Tidak ada penangkapan yang diumumkan dan polisi belum mengidentifikasi tersangka. Akun korban belum diverifikasi secara independen.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.