Home Opini Pemerintah akan memantau secara ketat pasar tenaga kerja di tengah ketegangan baru...

Pemerintah akan memantau secara ketat pasar tenaga kerja di tengah ketegangan baru di Timur Tengah

3
0


Pencari kerja melihat-lihat lowongan pekerjaan di bursa kerja di distrik Gangnam Seoul pada hari Rabu. Yonhap

Korea akan memantau secara ketat sektor-sektor dengan lapangan kerja yang rendah, termasuk manufaktur, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa ketegangan baru di Timur Tengah dapat membebani pasar tenaga kerja, kata Kementerian Keuangan pada hari Kamis.

Kementerian Keuangan dan Ekonomi mengadakan pertemuan satuan tugas pasar tenaga kerja bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja di Seoul setelah data dari hari sebelumnya menunjukkan bahwa Korea menambah 63.000 pekerjaan pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya.

Negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia ini kehilangan 40.000 lapangan pekerjaan pada bulan Mei, menandai penurunan pertama dalam 17 bulan terakhir.

“Angka ini kembali meningkat pada bulan Juni seiring meningkatnya harapan bahwa ketidakpastian akan mereda setelah negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Kementerian Keuangan.

Namun Kementerian Keuangan mengatakan kondisi ketenagakerjaan bagi kaum muda dan sektor manufaktur masih lesu, dengan kemungkinan terjadinya ketegangan baru di Timur Tengah yang menimbulkan risiko buruk terhadap pasar tenaga kerja.

“Untuk sektor-sektor yang baru-baru ini mengalami stagnasi lapangan kerja, seperti manufaktur dan konstruksi, pemerintah berencana untuk menganalisis tren dan faktor-faktor yang mendasarinya dan menerapkan semua langkah kebijakan yang tersedia yang disesuaikan dengan masing-masing sektor,” kata Kementerian Keuangan.

Pada bulan Juni, sektor manufaktur dan konstruksi masing-masing kehilangan 97.000 dan 67.000 pekerjaan, dibandingkan tahun sebelumnya, yang menandai hilangnya pekerjaan selama 24 dan 26 bulan berturut-turut.

Korea akan mengumumkan rencana komprehensif untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda pada kuartal ketiga, tambah pernyataan itu.