Ketua Majelis Nasional Cho Jeong-sik menyampaikan sambutan pada upacara memperingati Hari Konstitusi ke-78 di Majelis Nasional di Seoul barat pada hari Jumat. Yonhap
Majelis Nasional pada hari Jumat menyelenggarakan upacara memperingati 78 tahun proklamasi UUD 1948.
Upacara tersebut, yang dihadiri oleh ratusan pejabat senior pemerintah, diplomat asing, dan tamu lainnya, merupakan upacara pertama sejak pemerintah menetapkan kembali Hari Konstitusi sebagai hari libur umum setelah 18 tahun.
Ketua Majelis Nasional Cho Jeong-sik menyerukan era baru transformasi dengan konstitusi yang memberikan perlindungan terbaik bagi warga negara, yang menandakan adanya tekanan untuk amandemen konstitusi.
“Kerangka kerja lama tidak bisa lagi memperhitungkan titik buta hak asasi manusia saat ini atau konflik sosial di masa depan,” kata Cho dalam ucapan selamatnya.
“Mari kita wujudkan era baru transformasi besar dengan ‘konstitusi untuk semua’ yang menjunjung tinggi martabat setiap warga negara,” ujarnya.
Mantan Ketua Majelis Woo Won-shik dianugerahi Mugunghwa Order of Civilian Merit atas perannya selama dan setelah kegagalan penerapan darurat militer oleh Presiden Yoon Suk Yeol pada tahun 2024.
Membaca pesan dari Presiden Lee Jae Myung atas namanya, Cho mengatakan medali tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Woo dalam menegakkan semangat Konstitusi dan memajukan demokrasi parlementer.
Pada malam tanggal 3 Desember 2024, ketika Yoon mengumumkan darurat militer, Woo memimpin upaya untuk memblokir pergerakan pasukan militer yang mencoba memasuki halaman Majelis untuk menangkap politisi.
Woo kemudian dengan ketat mematuhi prosedur parlemen dalam pemungutan suara yang pada akhirnya mencabut darurat militer dan kemudian berupaya menstabilkan situasi politik setelahnya.
Peserta lain dalam upacara hari Jumat itu termasuk Ketua Mahkamah Agung Cho Hee-dae, Presiden Mahkamah Konstitusi Kim Sang-hwan dan Perdana Menteri Han Seong-sook.






















