Wasit lama Liga Premier Anthony Taylor telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah 16 tahun di papan atas Inggris.
Pria berusia 47 tahun itu akan mengakhiri karir wasitnya setelah Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan terakhirnya adalah babak 16 besar antara Portugal dan Spanyol yang akhirnya menjadi juara.
Taylor mengakhiri karirnya setelah memimpin 831 pertandingan di sepak bola Inggris, Eropa, dan internasional.
Di Inggris, ia telah memimpin 432 pertandingan Premier League dan menjadi wasit di setiap final piala domestik, termasuk final Piala FA pada tahun 2017 dan 2020, serta final Piala Liga pada tahun 2015.
Dia juga menghabiskan 14 tahun di daftar internasional FIFA dan mewakili Inggris di Piala Dunia FIFA 2022 dan 2026. Selama karirnya, ia telah menjadi wasit dalam 163 pertandingan internasional dan berpartisipasi dalam dua Kejuaraan Eropa UEFA dan dua Piala Dunia Antarklub FIFA.
Berbicara setelah pengumuman pensiunnya, Taylor mengatakan ini adalah saat yang tepat untuk mundur karena tekanan yang datang dari pekerjaannya.
“Mejabat di level tertinggi merupakan hak istimewa yang sangat besar, namun tekanannya sangat kuat dan pengawasan terus dilakukan. Sekarang adalah waktunya untuk mundur dan menatap babak berikutnya dalam karier saya,” katanya.
Taylor mengalami salah satu momen tersulit dalam karirnya pada tahun 2023 ketika dia dan keluarganya dihadang oleh penggemar Roma yang marah di bandara Budapest setelah final Liga Europa. Mantan manajer Roma Jose Mourinho mengkritik keras penampilannya usai pertandingan.
Tahun lalu, Taylor mengungkapkan keluarganya tidak lagi menghadiri pertandingan yang dia pimpin karena pelecehan yang ditujukan kepada wasit. Ia juga mengatakan, ekspektasi kesempurnaan dari wasit sempat membuatnya beberapa kali mempertimbangkan untuk meninggalkan profesinya.
Laga terakhirnya di Liga Inggris adalah kemenangan 3-0 West Ham United atas Leeds United di hari terakhir musim 2025/26. Meski menang, West Ham terdegradasi ke Championship.
Taylor meninggalkan dunia sepak bola sebagai salah satu wasit paling berpengalaman dalam sejarah Liga Premier, setelah mengawasi lebih dari 400 pertandingan penting dan memimpin beberapa kompetisi sepak bola terbesar.






















