Roberto Mancini kembali sebagai pelatih kepala Italia untuk masa jabatan kedua setelah beberapa hari yang dramatis di mana Andrea Pirlo mengundurkan diri dan direktur teknis Paolo Maldini mengundurkan diri.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengonfirmasi penunjukan tersebut pada hari Selasa, hanya sehari setelah Pirlo mengundurkan diri karena kontroversi seputar hubungannya dengan perusahaan taruhan Rusia.
Presiden FIGC Giovanni Malago mengatakan Mancini selalu menjadi pilihan utamanya.
“Saya pikir orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini,” kata Malago.
Mancini menggantikan Gennaro Gattuso, yang meninggalkan peran tersebut pada bulan April setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia FIFA ketiga berturut-turut. Pelatih U-21 Silvio Baldini bertugas untuk sementara.
Penunjukan ini terjadi di tengah periode perubahan besar di timnas. Paolo Maldini, yang ditunjuk sebagai direktur teknik dua pekan sebelumnya, mengundurkan diri setelah keputusan tidak menunjuk Pirlo. Penasihat Leonardo pun mengundurkan diri, sedangkan Claudio Ranieri ditunjuk sebagai direktur teknis baru.
Mancini sudah tidak asing lagi bekerja di Italia. Dia pertama kali mengambil alih tim pada tahun 2018 dan membimbing Azzurri meraih kemenangan di Euro 2020, mengalahkan Inggris di final di Wembley. Dia juga memimpin Italia dengan rekor dunia 37 pertandingan tak terkalahkan.
Namun, tugas pertamanya berakhir pada tahun 2023 setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022, kalah dari Makedonia Utara di babak play-off.
Sebelum kembali ke tim nasional, Mancini melatih Arab Saudi dan kemudian klub Qatar Al Sadd, di mana ia memenangkan Liga Bintang Qatar sebelum meninggalkan klub pada bulan Juni.
Di level klub, Mancini menikmati kesuksesan bersama Inter Milan, Lazio, dan Manchester City, di mana ia membimbing City meraih gelar Liga Premier pertama mereka pada tahun 2012.
Tugas keduanya sebagai manajer Italia dimulai dengan pertandingan kandang UEFA Nations League melawan Belgia pada 25 September, diikuti dengan pertandingan tandang melawan Turki tiga hari kemudian.






















