Home Opini Banjir di Tiongkok: lebih dari 900 ular melarikan diri dari peternakan di...

Banjir di Tiongkok: lebih dari 900 ular melarikan diri dari peternakan di Guangxi; pihak berwenang bergegas menangkap mereka

3
0


Banjir parah di wilayah Guangxi, Tiongkok, telah memicu krisis keselamatan masyarakat yang tidak biasa, dengan ratusan ular melarikan diri dari peternakan yang kebanjiran dan memasuki desa-desa dan lahan pertanian terdekat, menurut sebuah laporan.

Pihak berwenang telah melancarkan operasi darurat untuk menangkap reptil tersebut, termasuk ular kobra berbisa, dan mendirikan klinik medis sementara untuk memberikan perawatan cepat kepada korban gigitan ular, Bloomberg melaporkan, mengutip media pemerintah Tiongkok.

Jawaban cepat atas pertanyaan-pertanyaan kunci

5 PERTANYAAN

Kaburnya ular dari peternakan di Guangxi disebabkan oleh banjir besar yang menenggelamkan peternakan, sehingga reptil tersebut bisa bebas.

Pihak berwenang mengkhawatirkan ular-ular yang melarikan diri, termasuk ular kobra berbisa, karena mereka menimbulkan ancaman serius bagi penduduk desa dan lahan pertanian di dekatnya.

Diperkirakan setidaknya 900 ekor ular masih berkeliaran setelah melarikan diri dari peternakan saat banjir.

Tindakan darurat termasuk pendirian klinik medis sementara untuk memberikan perawatan cepat kepada korban gigitan ular yang terkena dampak banjir.

Selain peternakan ular, banjir juga berdampak serius terhadap peternakan babi, perkebunan melati, dan produksi kayu di seluruh Guangxi.

Ratusan ular berkeliaran

Banjir menenggelamkan beberapa peternakan ular komersial di Guangxi, pusat penangkaran ular terbesar di Tiongkok, sehingga ratusan reptil bisa melarikan diri, menurut Bloomberg.

CCTV penyiar negara melaporkan bahwa tim darurat dikerahkan untuk melacak dan menangkap ular-ular tersebut, karena khawatir mereka akan menimbulkan ancaman serius bagi penduduk.

Media Tiongkok, termasuk Global Times, memperkirakan setidaknya 900 ular masih berkeliaran, Bloomberg melaporkan.

Video yang beredar online menunjukkan ular merangkak melewati air banjir.

Kematian akibat gigitan ular dilaporkan

Seorang wanita Hengzhou dilaporkan meninggal setelah digigit ular saat banjir.

Menurut media lokal yang dikutip Bloomberg, perjalanannya ke rumah sakit tertunda secara signifikan karena air banjir menghalangi jalan.

Dalam kejadian lain, seorang pria yang digigit saat membersihkan rumahnya yang rusak akibat banjir juga kesulitan mendapatkan perawatan medis karena jalur transportasi yang terendam.

Pihak berwenang telah mendirikan klinik sementara untuk memastikan perawatan yang lebih cepat jika terjadi keadaan darurat gigitan ular di masa depan.

Guangxi adalah pusat penangkaran ular di Tiongkok

Bloomberg melaporkan bahwa Guangxi adalah pusat penangkaran ular terbesar di Tiongkok, dengan sekitar 30 juta ular dipelihara untuk pengobatan tradisional Tiongkok, produk kulit, dan daging.

Wilayah ini telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengembangkan industri ini dari sebuah peternakan skala kecil menjadi salah satu pusat penangkaran ular terbesar di dunia, yang memasok pasar farmasi, bioteknologi, dan konsumen.

Menurut Guangxi Daily, yang dikutip oleh Bloomberg, industri ini telah mengubah perekonomian lokal, menciptakan ratusan perusahaan yang terlibat dalam pembibitan, pemrosesan, penelitian, dan rantai pasokan terkait.

Banjir mendatangkan malapetaka di luar peternakan ular

Banjir juga menghancurkan industri lain di Guangxi.

Menurut laporan tersebut, peternakan babi terendam banjir, memaksa beberapa hewan untuk berenang ke tempat yang aman, sementara perkebunan melati dan produksi kayu mengalami kerusakan parah.

Hewan-hewan di kebun binatang juga melarikan diri

Banjir juga merusak kebun binatang di kota Guigang, sehingga lebih dari 100 hewan bisa menyelamatkan diri, Bloomberg melaporkan.

Pihak kebun binatang telah mengeluarkan permohonan darurat yang meminta warga membantu menemukan hewan yang hilang, termasuk dua ekor zebra, dua burung unta, dan 30 ekor burung merak.

Hewan-hewan di kebun binatang yang melarikan diri, serta ratusan ular yang berkeliaran, telah menambah tantangan yang dihadapi pihak berwenang ketika Guangxi melanjutkan upaya pemulihannya setelah banjir mematikan.